Emma Watson Bandingkan Kasus Hak Cipta Taylor Swift dengan Adegan Film 'Little Women'
Selebriti

Belum lama ini Emma Watson sedikit menyinggung soal kasus hak cipta antara Taylor Swift dengan Scooter Braun dan Big Machine Records saat ia hadir di premiere film barunya, 'Little Women'.

WowKeren - Emma Watson tampaknya memiliki analogi yang sempurna untuk menggambarkan salah satu adegan kunci dalam film "Little Women" yang ia bintangi.

Dalam sesi wawancara di red carpet saat pemutaran perdana "Little Women" di New York, aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Hermione Granger di seri "Harry Potter" ini menggambarkan plot utama dari filmnya dengan budaya pop saat ini.

Dilansir Marie Claire pada Senin (30/12), secara khusus Emma Watson membandingkan kasus hak cipta Taylor Swift (yang sedang berlangsung dengan Scooter Braun dan Big Machine Records) dengan adegan di "Little Women" ketika Jo March meminta hak cipta untuk novel yang ia tulis.

"Ini tentang percaya pada diri sendiri dan mengetahui nilai dirimu dan memiliki karyamu sendiri," tutur aktris cantik tersebut. "Saat ini, situasi Taylor Swift adalah contoh yang bagus dari (hal ini), kau tahu, kau masih muda dan kau berbakat dan seseorang ingin membeli pekerjaanmu tetapi memiliki kepemilikan (atas karyamu sendiri) sangat penting karena kau tidak tahu apa yang akan diputuskan seseorang dengan itu."


Bukan hanya itu, Emma Watson juga memiliki analogi lain atas kasus ini. "Aku pikir orang-orang meremehkan kepemilikan," tambahnya. "Kau tahu ketika kau bermain monopoli dan kau memiliki keputusan dan kau ingin memiliki sesuatu atau mendapatkan uang tunai dengan cepat. Cara untuk memenangkan monopoli, semua orang, adalah memiliki barang. Itu yang ingin aku katakan."

Di sisi lain, pada bulan Juli lalu, belantika musik Hollywood digemparkan dengan perseteruan antaran Taylor Swift dengan Scooter Braun serta mantan label rekamannya, Big Machine Records.

Perseteruan ini bermula saat perusahaan Ithaca Holdings LLC milik Scooter Braun mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi Big Machine Records dengan nominal sebesar USD 300 juta. Kesepakatan ini tentunya mau tak mau juga mencakup hak atas seluruh katalog musik milik Taylor.

Katalog musik milik Taylor ini tentunya meliputi karyanya sejak awal kariernya hingga tahun 2017 lalu, termasuk enam albumnya selama masih bernaung di bawah nama Big Machine Records. Diketahui, musisi cantik tersebut memang baru saja pindah label rekaman ke Republic Records dan Universal Music Group (UMG) pada 2018 lalu.

Tak berakhir di sana, Taylor bahkan mengkalim kalau Braun dan Big Machine melarangnya membawakan sejumlah lagu lamanya saat tampil di acara American Music Awards 2019. Namun pada akhirnya, pelantun "ME!" tersebut kembali diizinkan menyanyikan hits-hits lawasnya setelah Scooter Braun dan Big Machine Records dikecam banyak pihak.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts