PKS Pertanyakan Nasionalisme Prabowo Gegara 'Lembek' Soal Natuna, Gerindra Langsung Serang Balik
Nasional

Presiden PKS Sohibul Iman mengkritik sikap adem Menhan Prabowo Subianto terhadap klaim kedaulatan Laut Natuna oleh Tiongkok. Kritikan ini pun langsung dibalas pedas oleh Gerindra.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan Indonesia dibuat geram dengan aksi Tiongkok. Pasalnya negara itu bersikeras mengakui kedaulatannya atas Laut Natuna, Kepulauan Riau meski telah mendapat protes keras dari Indonesia.

Di tengah pusaran kasus tersebut, sosok Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga ikut menjadi sasaran kritikan publik. Hal ini tak lepas dari sikap Prabowo yang kelewat cool atas situasi yang ada.

Salah satu yang vokal mengkritik adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Presiden PKS Sohibul Iman menyoroti sikap Prabowo yang terkesan tak tegas, bahkan justru menyebut Tiongkok sebagai sahabat. Secara tersirat, Sohibul tampak mempertanyakan nasionalisme Prabowo atas sikap tersebut.

Menanggapi kritikan itu, Partai Gerindra sebagai kendaraan politik Prabowo pun angkat bicara. Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, meminta Sohibul untuk tak memperkeruh situasi dengan mem-framing seolah-olah sikap Prabowo bertentangan dengan menteri lain.


Sebagai informasi, memang menteri lain seperti Menko Polhukam Mahfud MD dan Menlu Retno Marsudi cenderung menunjukkan sikap "berapi-api" atas polemik Natuna ini. Menurut Habiburokhman sendiri, sikap Prabowo dan kedua menteri itu sejatinya sama, yakni damai dengan tetap mempertahankan kedaulatan Natuna.

"PKS jangan pertentangkan antara Bu Menlu dan Pak Menhan. Maksud Pak Prabowo ya damai dalam konteks tetap menjaga kedaulatan," terang Habiburokhman, Selasa (7/1). "Saya pikir diplomasi negara-negara di seluruh dunia ya seperti itu, kalau bisa cari solusi damai."

Lebih lanjut, Habiburokhman pun menyayangkan PKS yang terkesan meremehkan nasionalisme Prabowo. "Jangan juga framing soal nasionalisme Pak Menhan," tegas Habiburokhman.

"Sebelum PKS lahir Pak Prabowo sudah puluhan tahun pertaruhkan nyawa untuk Merah Putih," imbuhnya, seperti dilansir dari Detik News. "Kalau urusan kedaulatan seperti ini baiknya kita bersatu, jangan goreng-goreng politiklah."

"Perseteruan" Gerindra dan PKS karena urusan Natuna ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak juga pernah menyerang balik PKS lantaran mengkritik keras Prabowo dan Presiden Joko Widodo.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait