Sejumlah Pengguna Jadi Korban Penipuan Hingga Saldo Raib, Begini Imbauan Gojek
Nasional

Gojek menegaskan pihaknya tidak pernah meminta kode OTP pada pelanggan. Oleh sebab itu, pelanggan diminta waspada dan segera melapor jika merasa ada sesuatu yang mencurigakan.

WowKeren - Sejumlah pelanggan layanan transportasi online Gojek mengalami penipuan. Sebut saja salah satunya adalah Prameswara. Pelanggan asal Sorong ini harus kehilangan Rp 28 juta akibat ditipu.

Selain itu, ada juga customer bernama Agnes mengalami penipuan saat menggunakan layanan pesan antar makanan milik Gojek. Akibat penipuan itu, uang di rekeningnya raib Rp 9 juta.


Adapun modus penipuan tersebut berupa pemesanan dan kemudian pelaku meminta one time password (OTP) kepada korban. Dari sini, pelaku kemudian akan membobol uang korban.

Terkait hal ini, Gojek mengeluarkan imbauan untuk para pelanggannya. VP Corporate Affairs Gojek Indonesia, Michael Say, menuturkan agar para pelanggan berhati-hati untuk tidak memberikan kode OTP pada oknum yang mengatasnamakan Gojek. Ia meminta agar pelanggan tidak melakukan hal-hal yang berada di luar prosedur yang semestinya.

"Gojek dan customer berharap setelah kasus ini, masyarakat senantiasa berhati-hati dan waspada dengan modus penipuan semacam ini," kata Michael dilansir Detik, Senin (13/1). "Atau meminta kode OTP dengan mengatasnamakan Gojek dan meminta melakukan transfer uang dalam bentuk apapun serta melakukan hal-hal di luar prosedural."

Sebab, pihak Gojek sejatinya tidak akan meminta OTP atau prosedur uang apapun. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar pelanggan yang ragu-ragu atau mulai curiga dengan prosedur yang disampaikan oleh oknum tertentu segera menghubungi customer service Gojek.

"Bagi pengguna dan mitra yang memiliki keraguan atau kecurigaan," lanjut Michael. "Kami imbau untuk langsung menghubungi customer service kami yang bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu."

Sebelumnya, Gojek menyayangkan penipuan yang merugikan pelanggan serta mitra pengemudinya. Pihak Gojek menyatakan akan membantu para korban untuk menyediakan bukti untuk membuat laporan ke pihak kepolisian.

"Atas kejadian ini, Gojek telah menghubungi korban," kata Gojek dalam pernyataan resmi seperti dilansir Detik, Senin (13/1). "Dan membantu untuk menyediakan bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses pembuatan laporan kepada pihak kepolisian."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts