Risma Sebut Warga DKI Pindah Karena Asma, Gerindra Emosi Minta Bukti Data
Nasional

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan komentar jika banyak warga DKI Jakarta pindah karena masalah asma, Gerindra langsung emosi dan minta bukti data.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengomentari keadaan polusi di wilayah DKI Jakarta dan membandingkannya dengan Surabaya. Ia menyebut jika banyak warga DKI Jakarta yang pindah lantaran banyak anak-anak terjangkit penyakit asma akibat polusi udara yang kotor.

Risma lantas mengklaim jika keadaan polusi di Surabaya tidak separah seperti di Jakarta. Padahal, kedua kota ini sama-sama padat dan mengalami kenaikan jumlah kendaraan setiap tahunnya. Lantas apa yang membedakan kadar polusi kedua kota ini menurut Risma?


"Indeks properti di Surabaya setinggi di Indonesia karena lingkungan kita bagus. Banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena anaknya asma. Begitu ke Surabaya mereka nggak sakit lagi," ujar Risma dalam gelaran Indonesia Milenial Summit di The Tibrata, Jakarta pada Jumat (17/1). "Makanya Surabaya seperti hutan. Di tengah kota tapi seperti hutan. Karena selalu saya tambah terus (pohonnya) karena mobilnya tambah terus."

Menanggapi pernyataan Risma, Gerindra langsung emosi. Gerindra lantas meminta agar Risma dapat membuktikan pernyataannya terkait banyaknya warga Jakarta yang pindah karena asma dengan data-data yang bisa dipertanggung jawabkan.

"Saya rasa nggak seperti itu, jadi Bu Risma juga jangan mengklaim seperti itu," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DKI Jakarta, S Andyka, kepada wartawan pada Jumat (17/1) malam. "Jadi harus mempertanggungjawabkan data-data yang dia peroleh."

"Bahwa banyak warga Jakarta pindah ke Surabaya karena asma, dia harus mampu mempertanggungjawabkan hal itu," sambungnya. "Dia pindah ke Surabaya karena asma atau bukan. Yang kedua, pada saat dia pindah ke Surabaya, kemudian asamnya sembuh dia harus bisa mempertanggungjawabkan juga."

Selain itu, Gerindra juga menyebut jika masalah polusi yang berada di Jakarta sama sekali tidak bisa disamakan dengan Surabaya. Andyka lantas menjelaskan sejumlah faktor yang membedakan faktor penyebab polusi di kedua kota terbesar di Indonesia ini. Diantaranya adalah faktor jika Jakarta lebih luas dibanding Surabaya serta jumlah kendaraan yang 2 juta lebih banyak.

"Banyaknya itu cuma 1, 2, 3, 10, 100, 1.000, harus jelas. Saya rasa Bu Risma nggak usah melakukan komparasi. Terkait Surabaya dan DKI," kritik Andyka. "DKI itu sangat heterogen. Beda dengan Surabaya."

"DKI jauh lebih luas dibanding Surabaya. DKI jauh lebih banyak kendaraan bermotor dua juta lebih dibanding Surabaya," sambungnya. "Jadi jangan seolah-olah bahwa pengelolaan terkait masalah polusi, Surabaya jauh lebih baik, tidak bisa seperti itu."

Andyka juga mengatakan jika pernyataan Risma tersebut berkaitan dengan kepentingan politik, ia meminta Risma agar dapat menahan diri dulu. Pasalnya, Pilkada dinilai Andyka masih lama sehingga tidak sepatutnya Risma melakukan syahwat politik.

"Kalau memang ini terkait dengan kepentingan politik, belum waktunya. Belum waktunya, Kalau terkait dengan kepentingan politik. Syahwat politiknya ditahan dulu," tegas Andyka. "Jadi ada beberapa hal keunggulan yang dimiliki Surabaya tapi ada hal-hal lain yang tidak dimiliki Surabaya. Tapi Jakarta memiliki keunggulan."

You can share this post!

Related Posts