Menang Tender, Menhub Harap Changi Kelola Bandara Komodo Lebih Baik dari BUMN
Nasional

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar konsorsium Cardig dan Changi bisa mengelola bandara tersebut dengan sebaik-baiknya, bahkan lebih baik daripada BUMN.

WowKeren - Konsorsium beranggotakan PT Cardig Aero Service, Changi International Pte Ltd (CAI), dan Changi Airports MENA Pte Ltd menjadi pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Mereka rencananya akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah pada awal Februari nanti.

Nantinya, konsorsium CAS akan mengembangkan Bandara Komodo dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Ia berharap agar konsorsium Cardig dan Changi bisa mengelola bandara tersebut dengan sebaik-baiknya.


"Kami harapkan konsorsium Cardig dan Changi bisa perform sama baiknya," kata Budi, Senin (20/1). "Atau lebih baik dari BUMN. Kami ingin ini dikelola secara profesional."

Labuan Bajo sendiri merupakan satu dari 5 destinasi wisata super prioritas atau 5 Bali Baru yang tengah disiapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu, Bandara Komodo sangat penting bagi Labuan Bajo. Dengan adanya campur tangan CAS dalam pengelolaan Bandara Komodo, diharapkan bisa meningkatkan kapasitas penumpang hingga 4 juta orang pada 2044 mendatang. "Sehingga, meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional," jelas Budi.

Pengembangan Bandara Komodo akan melibatkan perancangan, pembangunan, serta pembiayaan sejumlah fasilitas, termasuk mengoperasikan Bandara Komodo selama masa kerja 25 tahun. Tak hanya itu, pengelolaan yang dimaksud nantinya juga akan menyertakan pemeliharaan infrastruktur dan fasilitas Bandara Komodo.

"Saat masa kerja sama berakhir, badan usaha wajib menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas kepada penanggung jawab proyek kerja sama," lanjut Budi. "Dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara."

Sementara itu, nilai investasi pengelolaan Bandara Komodo mencapai Rp 1,2 triliun, dengan perkiraan biaya operasional sebesar Rp 5,73 triliun selama 25 tahun. Saat ini, Bandara Komodo memiliki panjang runway 2.250 meter yang akan diperpanjang menjadi 2.750 meter.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan memang siap memasrahkan pengelolaan bandara ini ke tangan asing. Hal itu dengan harapan agar kualitas bandara bisa lebih ditingkatkan.

You can share this post!

Related Posts