Beredar tudingan bahwa Dewa 19 menyebarkan ajaran Yahudi melalui musik maupun video klip. Kali ini, Ahmad Dhani sebagai pentolan Dewa 19 buka suara mengenai hal tersebut.
- Eva Ayu Rahmawati
- Selasa, 28 Januari 2020 - 13:25 WIB
WowKeren - Ahmad Dhani dikenal sebagai musisi bertalenta yang sudah mengeluarkan banyak karya fenomenal. Meski begitu, pentolan band Dewa 19 tersebut nyatanya tak luput dari kontroversi hingga menerima tudingan miring.
Salah satunya soal tudingan Dhani bersama Dewa 19 yang menyebarkan ajaran Yahudi melalui musik, cover album, hingga video klip. Kali ini, Dhani akhirnya buka suara untuk menjawab rumor yang beredar sejak tahun 2009 silam tersebut.
Hal ini disampaikan Dhani dalam vlog yang diunggah oleh kanal YouTube VIDEO LEGEND pada Senin (27/1). Melalui video tersebut, Dhani menilai ada pihak yang sengaja melakukan kampanye hitam terhadap dirinya dan Dewa 19.
"Kali ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama sekali belum pernah dijawab oleh saya. Ada sebuah gerakan black campaign oleh seseorang atau sekelompok kepada Dewa 19, terutama saya," ujar Dhani. "Mungkin setelah tahun 2009 video itu cukup viral, 10 tahun yang lalu video yang berjudul 'Dewa dan Yahudi' kira-kira seperti itu lah. Tapi enggak usah ditonton lagi, video itu kontennya hoax semua. Mereka membuat video itu dengan cocokologi, akhirnya jadi kelirumologi."
Lebih lanjut, Dhani menegaskan bahwa ia tak pernah menyebarkan ajaran Yahudi melalui karya-karyanya. Suami Mulan Jameela tersebut juga meyakini bahwa tak ada penggemarnya yang berpindah agama akibat pengaruh Dewa 19. Dhani pun merasa geram terhadap oknum yang menyebarkan berita bohong tentang dirinya.
"Jadi Dewa 19 yang dipimpin Ahmad Dhani ini dianggap menyebarkan agama Yahudi. Ternyata setelah 10 tahun enggak ada satu pun Baladewa (sebutan fans Dewa 19) yang pindah agama menjadi Yahudi," tegas Dhani. "Berarti artinya entah Dewa 19 yang gagal me-Yahudi-kan Baladewa atau yang membuat video itu terlalu dungu. Video itu adalah video yang menyebarkan kebencian, gila."
(wk/evaa)