Jadi Tersangka, 'Jenderal' Sunda Empire 'Ngegas' Eksistensi Tak Akan Luntur
Nasional
Fenomena Kerajaan Fiktif

Telah dijadikan tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), petinggi Sunda Empire tetap ngotot tegaskan jika eksistensi kekaisarannya tidak akan pernah pudar.

WowKeren - Kemunculan kerajaan-kerajaan fiktif belakangan terakhir di sejumlah wilayah telah menggemparkan masyarakat Indonesia. Setelah heboh dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Puworejo, warga kembali dikejutkan dengan mencuatnya Sunda Empire yang merupakan Kekaisaran Matahari.

Keberadaan Keraton Agung Sejagat sendiri telah terbukti sebagai kerajaan fiktif belaka dan sedang diproses hukum terkait dugaan penipuan. Kini hal serupa menimpa Sunda Empire dimana tiga petinggi kerajaan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar).


Ketiga petinggi Sunda Empire yang dijadikan tersangka adalah NB (Nasri Bank) selaku tokoh Sunda Empire, kemudian KAR (Ki Ageng Rangga Sasana) selaku "jenderal" Sunda Empire, dan RRN (Raden Ratna Ningrum). Ketiganya saat ini sudah diamankan di Polda Jabar.

Rangga tiba di Polda Jabar sekitar pukul 19.30 WIB lengkap dengan menggunakan pakaian lengkap bak seorang prajurit militer. Saat akan memasuki ruang pemeriksaan, ia menyempatkan diri untuk menanggapi status tersangkanya.

Rangga mengaku jika dirinya sangat menghormati proses hukum yang berada di Indonesia. Selain itu, ia juga akan menyiapkan seorang pengacara. "Kita hargai hukum. Pengacara ada, dari sekolah tinggi Iblam, melalui Pak Misbahun. Nanti ada pengacara lengkap dengan timnya," kata Rangga di Polda Jabar, Bandung.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Rangga tetap ngotot mengatakan jika eksistensi Sunda Empire tidak akan pernah luntur. Bahkan dengan "ngegas", ia kembali mengingatkan jika seluruh wilayah di dunia ini merupakan milik Sunda Empire.

"Di sinilah tata letak bahwa NKRI ini ingin lebih maju. Kita akan sokong bahwa pada 15 Agustus 2020 semua (dunia) internasional akan datang itu benar adanya," tegas Rangga secara percaya diri. "Kesimpangsiuran sejarah kita bisa maklumi ya, oleh masyarakat semua."

"Namun ini sesungguhnya, tata letak dengan proses adanya keberadaan Sunda Empire perlu diketahui oleh semuanya bahwa dunia ini milik Sunda Land yang terbagi atas enam wilayah itu dari dinasti ke dinasti," sambungnya. "Yang terakhir mewarisi 100 persen adalah Sri Paduka Prabu Siliwangi yaitu dinasti Padjajaran Siliwangi."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts