Anggota Wantimpres Diduga Terkait Jiwasraya, Panja Siap Panggil
Nasional
Skandal Korupsi Jiwasraya

Dato Sri Tahir menjadi salah satu pihak yang akan dipanggil Panja Jiwasraya. Rencana pemanggilan Tahir itu pun langsung ditanggapi oleh sang anggota Wantimpres.

WowKeren - Kasus Jiwasraya masih terus bergulir menantikan penyelesaian, baik dari segi hukum maupun pemulihan hak nasabahnya. Kekinian Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penyelidikan pun terus bergulir, termasuk oleh Panitia Kerja kasus Jiwasraya di DPR RI. Panja pun berniat untuk menggali informasi dari berbagai pihak yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan para tersangka Jiwasraya.

Salah satu sosok yang langsung menarik perhatian publik adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Dato Sri Tahir. Salah satu orang terkaya di Indonesia itu diduga memiliki kedekatan dengan tersangka Benny Tjokrosaputro.

"Kita membaca di berbagai media sosial kan ada yang mencoba menghubung-hubungkan Dato Sri Tahir ini dengan saudara Bentjok kan, Benny Tjokro," kata Andre Rosiade selaku salah satu anggota panja. "Nah untuk itu kita ingin mendapatkan informasi yang lebih utuh dan klarifikasi. Makanya kita akan undang Dato Sri Tahir."


Menanggapi hal tersebut, Tahir pun angkat bicara. Bos Mayapada itu membenarkan bahwa Benny merupakan salah satu nasabah dari bank yang ia miliki. Tahir juga mengakui bahwa ia mengenal ayah Benny, namun tidak secara personal dengan sang putra.

"Dia (Benny) nasabah kita, iya. Saya kenal orangtuanya iya," kata Tahir, Jumat (31/1). "Saya dekat sama almarhumah ayahnya. Kalau saya sama dia beda generasi. Dia anak muda, saya sudah tua."

Tahir sendiri menegaskan bahwa pihaknya tak terkait dengan kasus Jiwasraya. Bahkan ia sempat mengaku akan "dikutuk" bila sampai terlibat dalam kasus tersebut.

"Saya mohon maaf ya, saya kalau menggunakan kata yang aagk sedikit keras ya, saya terkutuk lah saya dalam hidup ini kalau saya ada kasus dengan pemerintah, kasus dengan negara, menipu negara. Saya nggak (pernah)," jelas Tahir.

"68 tahun saya hidup di sini, saya tidak pinjam bank pemerintah. Saya tidak ada proyek pemerintah, ya saya berusaha kerja yang baik ya," imbuhnya. "Sejauh ini bapak bisa investigasi saya. Jiwasraya itu kantornya di mana saya nggak tahu."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts