Tolak Rancangan Proposal Perdamaian Trump, Warga Gaza: Palestina Not For Sale!
Dunia

Proposal perdamian yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman dari warga Palestina. Tak sedikit dari mereka yang menggelar aksi protes.

WowKeren - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha untuk mendamaikan konflik yang telah lama terjadi antara Israel dan Palestina. Caranya dengan mempublikasikan cetak biru dari proposal perdamaian pada Selasa (28/1).

"Hari ini, Israel mengambil langkah tegas menuju perdamaian. Pandangan ini merupakan solusi yang realistis sekaligus menguntungkan kedua pihak," ujar Trump dalam konferensi persnya, didampingi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Salah satu poin yang terdapat dalam proposal perdamaian tersebut berisi AS yang menetapkan Yerusalem sebagai kota milik Israel yang tak akan dibagi dengan Palestina. Sebagai gantinya, Trump "memberikan" bagian timur Yerusalem untuk Palestina.

Tentunya keputusan Trump ini mendapat penolakan dari sejumlah warga Palestina. Bahkan tak lama setelah pengumuman Trump itu, masjid-masjid di Tepi Barat menyerukan panggilan untuk berdoa sebagai langkah penolakan atas kesepakatan tersebut.

Di Ramallah, banyak warga yang turun ke jalan untuk mengecam rencana itu, sementara ratusan lainnya terus berdemo di Gaza. "Palestina tidak dijual," teriak para demonstran dengan membakar foto-foto Trump, dilansir dari Aljazeera, Jumat (31/1).


Menurut mereka, rencana tersebut mengabaikan hak-hak warga Palestina dan melanggar semua perjanjian internasional, terutama berkaitan dengan Yerussalem. Seperti yang terjadi di Kota Tulkarm, para demonstran menyerukan aksi mogok masal pada Rabu (29/1) demi menyampaikan protesnya.

Sementara itu, para demonstran di Kota Haifa turun ke jalan dengan membawa spanduk sejumlah spanduk penolakan. "Oke untuk persatuan negara, cukup untuk perjanjian Oslo dan konspirasi abad ini tak akan bisa melewati Haifa" tulis para demonstran.

Adapun sejumlah aksi penolakan yang terjadi di kota lain adalah Kota Jenin, Nablus, al-Bireh, Qalqilyah, al-Eizariya dan Baethlehem. Selain itu aksi protes juga terjadi di Yordania dan Turki.

Sebelumnya, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas juga turut mengecam adanya proposal perdamaian ini. Ia menilai jika proposal ini sebagai konspirasi.

"Saya tegaskan kepada Trump dan Netanyahu, Yerusalem tidak diperjualbelikan. Hak kami (atas Yerusalem) tidak bisa diperjualbelikan atau ditawar," tegasnya lewat siaran resmi. "Dan kesepakatan yang Anda tawarkan, itu hanya konspirasi belaka, tidak akan kami sepakati!"

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait