Paksa Dokter Mata Bikin Pengakuan Palsu, Tiongkok Sempat Tutupi Bahaya Corona
Reuters
Nasional

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan media AS New York Times, seorang dokter mata bernama Li Wenliang sempat memberi peringatan kepada para rekannya terkait virus itu Desember lalu.

WowKeren - Wabah virus corona telah menewaskan lebih dari 300 orang. Hal ini terjadi karena Tiongkok mencoba menutupi wabah virus corona di awal perkembangan wabah di Wuhan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh media Amerika Serikat New York Times, diketahui seorang dokter mata bernama Li Wenliang sempat memberi peringatan kepada para rekannya terkait virus tersebut pada Desember lalu. Lewat aplikasi pesan instan, Li mengatakan ada tujuh pasien yang tengah dikarantina di unit gawat darurat.

Para pasien tersebut dikarantina di rumah sakit kota Wuhan karena penyakit pernapasan misterius. Sontak saja pemberitahuan yang disampaikan Li memicu ketakutan di antara para pekerja medis.

"Menakutkan sekali," ujar salah seorang anggota dalam grup percakapan tersebut. Bahkan seorang lainnya khawatir jika teror wabah SARS akan terulang kembali. "Apakah SARS datang lagi?" kata salah seorang lainnya.


Namun, siapa sangka jika usai percakapan tersebut, Li justru diciduk oleh pejabat kesehatan Wuhan. Beberapa hari kemudian, Li dipaksa oleh aparat kepolisian untuk menandatangani surat pengakuan bahwa kabar yang disebarkannya adalah tindakan ilegal.

Sekitar awal Januari, Li mendapat pasien seorang wanita yang mengidap glaukoma. Pasien ini rupanya menderita virus corona. Dari wanita inilah Li akhirnya juga terserang virus yang sama.

Masih dilansir dari NYT, pemerintah Tiongkok bahkan tega membungkam para dokter dan pekerja medis agar tidak menyebarkan wabah virus corona. Setelah dilaporkan ada 27 orang mengidap pneumonia akibat virus itu, barulah otoritas Tiongkok mengeluarkan pernyataan mereka.

Dengan berdalih penyakit ini bisa dikendalikan, Tiongkok meminta warganya untuk tetap tenang dan tidak panik. "Penyakit ini bisa dicegah dan bisa dikendalikan," ujar pernyataan kota Wuhan.

Pemerintah Tiongkok baru mulai serius menangani virus ini pada 20 Januari dengan mengisolasi sejumlah kota di Hubei. Namun nasi sudah menjadi bubur. Virus corona telah menjangkiti ribuan pasien dan bahkan telah menyebar ke sejumlah negara.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait