Pemkab Poso Diduga Tak Hadiahi Siswi SD yang Menang Maraton, Hotman Paris: Di Mana Hati Nuranimu?
Instagram/hotmanparisofficial
Selebriti

Hotman Paris Hutapea membuat postingan di Instagram untuk memberikan komentarnya soal siswi SD di Poso yang menangis usai tak mendapat hadiah padahal sudah menjuarai maraton 21 KM.

WowKeren - Hotman Paris Hutapea kembali mengomentari kejadian yang sedang heboh. Kali ini Hotman mengomentari soal siswi di Poso bernama Asmarani Dongku yang menangis karena tak diberi hadiah saat menjuarai maraton berjarak 21 kilometer di Poso-Toyado Half Marathon. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tengah pada 25 Januari 2020.

Hotman membuat postingan yang cukup panjang di Instagram saat membahas soal Asmarani. Pengacara kondang itu berjanji akan memberikan hadiah kepada Asmarani yang mengaku telah menjuarai maraton tersebut. Syaratnya, Hotman meminta pihak pemerintah kabupaten yang bersangkutan dengan acara ini menjelaskan soal hadiah untuk pemenang maraton.


"Hotman: beginikah caranya memotivasi anak? Kalau oknum Pemkab Poso tidak mau memberikan hadiah kepada putri cilik yang sangat lugu ini maka Gus Lora Hotman Paris siap memberikan hadiah kepada putri cilik ini," tulis Hotman pada Kamis (6/2). "Dengan syarat oknum Pemkab Poso harus menjelaskan kepada publik bahwa benar tidak bersedia memberikan hadiah kepada Juara yang menang dalam perlombaan tersebut!."

Hotman Paris

Instagram

Hotman pun menyinggung soal hati nurani kala membahas soal kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang diduga tidak memberikan hadiah untuk pemenang acara ini. "Duh disuru berlari 21 km? Dimana hati nuranimu??? Kecil besar hadiah ngak masalah) (minta Ibu putri cilik ini hubungin Hotman! Hotman akan kirim hadiah) (orang yg tau alamat dan no hp ortunya agar komen di ig ini! Banyak followerku mau kasi hadiah! Kita kasi contoh baik utk oknum pejabat)," pungkas Hotman.

Sementara itu, kisruh soal hadiah maraton ini ditanggapi oleh Kepala Dinas PU Sulteng Saifullah Djafar. Menurut Saifullah, Poso-Toyado Half Marathon memang bukan kegiatan yang dilombakan. Saifullah menyebut bahwa sebelumnya telah disampaikan para pemenang tidak akan mendapat hadiah. Pihak panitia hanya menyiapkan medali bagi seluruh peserta yang sampai ke garis finish.

Terkait kasus Asimarani, Saifullah menyebut bahwa siswi tersebut masuk melalui komunitas PUPR Poso Runner. Dan semua klub lari yang akan ikut serta pada acara tersebut disebut telah mengetahui kondisi yang ada. "Pada kasus anak SD yang dimaksud, setelah kami telusuri ternyata anak tersebut masuk melalui komunitas PUPR Poso Runner. Dan pihak komunitas PUPR Poso Runner sudah menjelaskan ke yang bersangkutan bahwa kegiatan ini memang tidak disiapkan hadiah dan bukan kegiatan yang dilombakan," jelas Saifullah.

(wk/nur2)

You can share this post!

Related Posts