Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut Indonesia memiliki banyak pulau yang bisa dipilih untuk mendirikan rumah sakit khusus penyakit menular.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 08 Februari 2020 - 11:07 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut bahwa pemerintah berencana untuk membangun rumah sakit yang ditujukan untuk penanganan virus-virus menular. RS-RS tersebut akan dibangun di satu pulau khusus.
Menurut Mahfud, Indonesia memiliki banyak pulau yang bisa dipilih untuk mendirikan rumah sakit khusus penyakit menular. Meski pemerintah belum menentukan pulau mana yang akan dipilih sebagai lokasi namun sudah ada opsi. Salah satunya adalah Natuna.
"Banyak opsi daerahnya. Di mana saja, Natuna sendiri opsi, kemudian, Sangir Talaud opsi, Morotai opsi," kata Mahfud di Kalimantan Selatan, Jumat (7/2). "Banyak, tadi ada 6, 7 opsi gitu."
Perlu dicatat juga bahwa pulau yang akan dijadikan lokasi pembangunan rumah sakit tidak bisa sembarang pulau, namun harus memenuhi syarat dan kriteria tertentu. Pulau itu, dikatakan Mahfud, harus dekat dengan pangkalan militer dan bandara. Hal itu untuk mendukung upaya evakuasi dalam situasi tertentu.
"Persyaratan harus dekat bandara, harus ada pangkalan militer untuk evakuasi cepat," jelas Mahfud. "Itu nanti akan ada di pulau yang sudah ada penduduknya, tapi diatur jaraknya dengan permukiman."
Mahfud mengatakan bahwa tak hanya pulau kosong saja yang akan dibidik untuk dijadikan lokasi, namun juga pulau yang berpenghuni. Meski demikian, untuk keputusan pastinya perlu dibahas lebih lanjut melalui rapat. "Pilihannya, mungkin satu pulau, tetapi keputusan rapat kami belum tentu di suatu pulau. Karena itu bisa diletakkan di suatu pulau yang sudah berpenghuni, belum tentu di suatu pulau yang kosong," katanya.
Di pulau itu nantinya akan dibangun pusat rehabilitasi. Untuk itu, pemerintah tengah mencari lokasi yang terbaik untuk membangun fasilitas semacam itu. Terkait virus corona sendiri, Mahfud mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada yang terkonfirmasi positif terjangkit.
"Di situ ada pusat rehabilitasi, pulaunya ini masih dicari," lanjut Mahfud. "Yang sekarang dipastikan corona ini belum satu pun ada orang kena di Indonesia."
(wk/zodi)