Sebut Ibu Kota Baru Bakal Disulap Mirip Manhattan, Bappenas Beri Klarifikasi
Nasional
Ibu Kota Baru Indonesia

Kementerian PPN/Bappenas mengklarifikasi bahwa penyebutan Manhattan tersebut merujuk pada analogi luas cakupan wilayah, bukan konsep tata ruang ibu kota sendiri.

WowKeren - Pemerintah tengah menyiapkan konsep untuk pembangunan tata ruang di ibu kota negara yang baru nantinya. Konsep ruang terbuka hijau (RTH) kabarnya akan dibuat seperti Pulau Manhattan yang ada di Amerika Serikat (AS).

Terkait hal ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan klarifikasi. Dilansir Kompas, penyebutan Manhattan tersebut merujuk pada analogi luas cakupan wilayah, bukan konsep pembangunan itu sendiri.


Rencananya, luas ibu kota yang baru tersebut akan membutuhkan lahan seluas 256.142,74 hektare. Sedangkan untuk kawasan inti kota akan dibangun di atas lahan seluas 56.180,87 hektare dengan pusat pemerintahan seluas 5.644 hektare.

Sebelumnya, diberitakan bahwa Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Prawiradinata menyebut bahwa RTH akan dibuat layaknya Pulau Manhattan. Penerapan konsep forest city, dikatakannya untuk mengurangi environmental footprint. Dari sekitar 56 hektare lahan kawasan inti kota, setengahnya akan dibuat seperti Manhattan sedangkan sisanya tetap dibuat dijadikan sebagai RTH.

"Penerapan Forest City untuk mengurangi environmental footprint dengan ruang terbuka hijau," kata Rudy. "Paling tidak 50 persen di daerah 56.000 hektar itu yang seperti Manhattan kecil itu, 50 persennya tetap Ruang Terbuka Hijau."

Sementara itu, Penentuan luas kawasan IKN ini mempertimbangkan One River One Management, keterpaduan hulu-hilir dan karakter Daerah Aliran Sungai (DAS), serta batas Taman Hutan Raya (Tahura). Sedangkan visi ibu kota negara sendiri adalah Smart, Green, Beautiful, dan Sustainable, artinya pengembangan kota dilakukan berdampingan dengan alam melalui konsep forest city.

Dengan adanya misi itu, diharapkan ibu kota baru bisa menjadi kota yang mengedepankan inklusi sosial dan modern dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Konsep ini dianggap yang paling tepat untuk diterapkan di ibu kota baru nantinya, mengingat Kalimantan adalah pulau yang memiliki karakter hujan tropis.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts