Derita Dysphoria Gender, Kisah Pilu Lucinta Luna Belah Kepala Hingga Punya 7 Nama Terkuak
Instagram/lucintaluna
Selebriti
Lucinta Luna Terjerat Narkoba

Lucinta Luna didiagnosa mengidap gangguan identitas gender hingga mengubah dirinya menjadi wanita. Disisi lain, Lucinta harus membayar mahal akibat dari cangkok rambut lewat kepala yang ia lakukan.

WowKeren - Kehidupan Lucinta Luna sebagai transgender akhirnya terbongkar setelah ia ditangkap akibat narkoba. Disebut bernama asli Muhammad Fatah, Lucinta mengubah identitasnya menjadi seorang perempuan.

Ia mengajukan permohonan resmi ke pengadilan pada 2019. Seorang mantan pengacara Lucinta yang namanya dirahasiakan mengungkap kalau eks kliennya itu memiliki Surat Keterangan Dokter atau Certificated by Attending Doctor dari Rumah Sakit Rajyindee Thailand. Surat tersebut menyatakan kalau Lucinta menderita dysphoria gender atau gangguan identitas gender.


"Buktinya surat-surat operasi (ganti kelamin) dari RS di Thailand. Kan logikanya kalau orang udah operasi kelamin mau ngomong apalagi. Dia kan ada penyakit dysphoria itu," kata mantan kuasa hukum.

Lucinta sebelumnya diketahui memiliki sejumlah nama. "Pertama namanya Muhammad Fatah, kedua ganti Cleo, ketiga ganti Cleofitri, keempat Thalita, kelima eh keenam Thalita Fitri, ketujuh Ayluna Putri, Ayluna Cinta, Lucinta Luna. Itu namanya dia," kata Dhendy, teman dari Lucinta yang sama-sama membintangi "Be A Man".

Sementara itu, Joana mengungkap kalau Lucinta harus minum obat pereda rasa sakit. Hal itu dilakukan setelah ia menjalani operasi untuk cangkok rambut.

"Dia insomnia berat. Luna kadang endorse filler kadang rasa sakit. Dia bekas operasi implan rambut di kepala. Dia harus konsumsi (obat) itu setelah sakit. Kepalanya dibelah untuk cangkok rambut," kata Joana.

Cangkok rambut atau transplantasi rambut adalah jenis operasi yang melibatkan pemindahan rambut dari kulit kepala dan folikel rambut dari area dengan banyak rambut ke rambut yang menipis atau botak. Biasanya, pertumbuhan rambut baru akan terlihat sekitar 6-9 bulan.

Namun transplantasi rambut dinilai berbahaya karena bisa menyebabkan pendarahan dan nyeri. Setelah operasi, kulit kepala biasanya menjadi lunak hingga dokter menyarankan untuk meminum obat pereda nyeri, antibiotik atau obat antiinflamasi selama beberapa hari.

Efek samping lainnya, pasien yang cangkok rambut terkadang bisa mengalami peradangan atau infeksi pada folikel rambut saat rambut mulai tumbuh, yang disebut folikulitis. Bahkan bisa juga kehilangan sebagian rambut asli di daerah tempat transplantasi rambut baru, yang disebut shock loss.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts