Gibran Putra Jokowi Kembali Ditolak Jadi Walkot Solo, Ternyata Ini Alasannya
Instagram/najwashihab
Nasional
Wacana Gibran Jadi Wali Kota Solo

Lembaga survei Indo Barometer menyatakan sebagian publik masih menolak rencana Gibran untuk menjadi Wali Kota Solo. Penolakan ini didasari 5 alasan, seperti penjelasan berikut.

WowKeren - Langkah putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di dunia politik praktis memang tak semudah yang dibayangkan. Hal ini terbukti dari munculnya beragam penolakan pasca Gibran mantap mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo periode 2020-2025.

Kali ini kenyataan pahit tersebut disampaikan oleh Lembaga Survei Indo Barometer. Lewat kegiatan jajak pendapat terbarunya, Indo Barometer menyatakan sebanyak 23,7 persen publik tak menerima jika Gibran tetap maju sebagai Calon Walkot Solo.


Lebih lanjut, setidaknya ada lima alasan yang dikemukakan publik terkait penolakan ini. Dengan opsi yang paling banyak disetujui adalah perihal pengalaman.

"Ada lima alasan publik tidak menerima," jelas Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, di Jakarta, Minggu (16/2). "Paling besar karena menganggap Gibran belum berpengalaman dalam pemerintahan (sebesar 37 persen)."

Selain itu, Gibran banyak ditolak menjadi Walkot Solo karena dinilai menciptakan kembali dinasti politik yang beberapa tahun belakangan tampak sudah sirna. Opsi ini disepakati oleh 28,1 persen responden.

12,3 persen responden menilai masih banyak kandidat lain yang lebih berkompeten, 8,9 persen responden menganggap Gibran masih terlalu muda, sedangkan 6,8 persen lainnya menyebut pencalonan Gibran bakal menimbulkan kontroversi publik.

Kendati demikian, Indo Barometer menyebut mayoritas publik tetap menerima rencana pencalonan Gibran. Hampir 50 persen responden yang memilih opsi ini menilai semua WNI berhak memilih dan dipilih terkait dengan urusan politik, termasuk pula Gibran.

Kendati demikian muncul pula alasan-alasan lain mengapa Gibran berhak diberikan kesempatan untuk menjadi Walkot Solo. "(Gibran bisa) melanjutkan Jokowi yang pernah memimpin Solo (sebesar 9,4 persen) dan Gibran mempunyai kepribadian dan kemampuan yang baik, sebesar 7,7 persen," terang Qodari, dikutip dari Antara.

Sementara itu, pada Senin (10/2) pekan lalu, Gibran diketahui telah memperoleh undangan untuk mengikuti fit and proper test di DPP PDI Perjuangan, Jakarta. Tak hanya Gibran, pada kesempatan itu rivalnya, pasangan bakal calon Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa juga menjalani tes yang sama.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts