Cak Imin Sebut Surabaya Tak Ada Kemajuan, Risma Enggan Beri Tangggapan
Nasional

Pernyataan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar alias Cak Imin soal Kota Pahlawan yang tak memiliki kemajuan yang signifikan sempat viral di media sosial. Meski begitu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini enggan berkomentar terkait hal tersebut.

WowKeren - Pernyataan Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar terkait kota Surabaya sempat menjadi sorotan beberapa waktu yang lalu. Pasalnya, dalam cuitannya di Twitter, pria yang kerap dipanggil Cak Imin itu menyebut Surabaya sebagai kota sejarah dan legenda namun tidak ada kemajuan yang signifikan.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun @cakimiNOW, dimana ia juga turut menyertakan sebuah foto panorama perkotaan yang diambil dari atas ketinggian. "Surabaya, kota sejarah dan legenda...Tapi kok gak onok kemajuan yang significant ya ?" cuit Muhaimin pada akun Twitternya.

Cuitan yang diunggah pada Sabtu (15/2) lalu itu sempat menjadi sorotan warganet. Tak sedikit netizen yang menanggapi serius postingan tersebut, namun ada pula yang menimpalinya dengan candaan.

Meski sempat menjadi viral, nyatanya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak mengetahui cuitan Cak Imin tersebut di Twitter. "Aku enggak ih," kata Risma, Selasa (18/2).

Risma menyampaikan bahwa dirinya tak memiliki media sosial. Karena itu ia tidak mengetahui kabar apa saja yang tengah menghebohkan dunia maya.


"Kalau enggak ada yang ngasih tau, aku ya enggak tau," imbuhnya. Risma pun enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait cuitan Cak Imin tentang Kota Pahlawan tersebut.

Hal senada juga dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara hanya memberikan jawaban singkat saat disinggung mengenai kicauan di Twitter tersebut. "Tidak ada komentar," kata Febri.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga turut buka suara menanggapi cuitan Cak Imin tersebut. Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri mengatakan manusia itu harus jujur dan objektif.

Dia menyebut, dalam menilai sesuatu harus memiliki dan landasan. "Kita jadi manusia harus jujur dan objektif. Mengevaluasi harus ada landasan evaluasinya," katanya di Jakarta, Minggu (16/2).

Ia pun meminta masyarakat untuk jujur membandingkan penampakan Kota Surabaya sebelum dan sesudah dipegang oleh Risma. "Kalau kita jujur datang ke Surabaya sebelum Bu Risma, kan kotor, banyak dinding-dinding kotor sekali, polusi udara begitu tinggi, debu, segala macam," katanya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait