Sampaikan Spekulasi Keberadaan Harun Masiku, Fraksi Demokrat: Sangat Mungkin Sudah Ditembak Mati
Nasional
OTT KPK Komisioner KPU

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, mengungkapkan 3 spekulasi keberadaan Harun Masiku yang masih buron usai mendengarkan penjelasan Menkumham Yasonna Laoly pada Senin (24/2) hari ini.

WowKeren - Kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR yang melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan caleg PDIP Harun Masiku hingga kini masih bergulir. Harun yang telah ditetapkan sebagai tersangka pun hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, lantas mengungkapkan 3 spekulasi keberadaan Harun yang masih buron. Spekulasi tersebut disampaikan Benny usai mendengar penjelasan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR pada Senin (24/2) hari ini.


Menurut Benny, spekulasi yang pertama adalah Harun telah ditembak mati. "Akibat situasi ini ada tiga spekulasi di tengah publik. Pak HM ini sudah ditembak mati, sangat mungkin," tutur Benny di Kompleks Parlemen.

Spekulasi kedua, tutur Benny adalah Harun disembunyikan oleh pihak lain. Sedangkan spekulasi yang ketiga adalah Harun menyembunyikan dirinya sendiri. Meski demikian, Benny sendiri tak yakin apabila Harun bersembunyi sendiri.

Agar tidak muncul spekulasi lain soal Harun, maka Benny pun mengusulkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) terkait kasus ini. Benny mengusulkan pembentukan Panja soal Harun kepada Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J. Mahesa selaku pimpinan rapat. "Supaya tuntas, supaya tidak ada dusta di antara kita," ujar Benny.

Sementara itu, Menkumham Yasonna tidak mau menanggapi usulan pembentukan Panja soal Harun tersebut. Pasalnya, Yasonna menilai bahwa pembentukan Panja adalah keputusan dari Komisi III DPR. "Ah itu keputusan Komisi III," kata Yasonna.

Lebih lanjut, Yasonna mengklaim bahwa dirinya tidak akan mempertaruhkan integritas dirinya hanya karea permasalah Harun yang keberadaannya masih simpang siur. "Saya kira, saya tidak akan mempertaruhkan integritas saya untuk soal masalah Harun Masiku, terlalu kecil lah," pungkas Yasonna.

Di sisi lain, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah pernah mengungkapkan alasan tak kunjung ditemukannya Harun. Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan alasan pihaknya sulit menemukan Harun lantaran yang bersangkutan tidak menggunakan telepon seluler ataupun media sosial.

"Jika seseorang menggunakan HP (handphone) itu sangat mudah sekali," kata Ali kepada wartawan di Kantornya, Jakarta pada Rabu (19/2). "Atau menggunakan media sosial aktif mudah sekali. Faktanya kan tidak seperti itu."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts