69 WNI Kru Diamond Princess Sudah Sampai di Tanah Air dan Bakal Dikarantina di Pulau Sebaru
Getty Images/Asahi Shimbun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

69 WNI kru kapal pesiar Diamond Princess diterbangkan dari Bandara Haneda, Jepang, dan mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Jawa Barat, pada Minggu (1/3) malam.

WowKeren - Sebanyak 69 warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan kru kapal pesiar Diamond Princess telah berhasil dipulangkan dari Jepang. Mereka terbang dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Haneda, Jepang, dan mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu (1/3) malam sekitar pukul 23.35 WIB.

Melansir Antara, puluhan WNI tersebut pun langsung diangkut dengan menggunakan bus yang menuju ke PLTU Indramayu. Dari situ, mereka akan diberangkatkan ke tempat observasi virus Corona (COVID-19) di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menjelaskan bahwa para kru Diamond Princess akan diangkut ke Pulau Sebaru dengan menggunakan KRI dr Soeharso. Budi juga menuturkan bahwa kapal tunda akan mengawal KRI dr Soeharso tersebut.

"Kapal KRI Suharso sudah siap," tutur Budi di BIJB Kertajati pada Minggu (1/3). "Ke sana (Pulau Sebaru Kecil) membutuhkan waktu 15 jam."


Sama seperti evakuasi WNI sebelumnya, para kru kapal Diamond Princess juga akan disemprot dengan menggunakan cairan desinfektan. Selain itu, para kru Diamond Princess juga diwajibkan untuk mengganti bajunya.

"Sifatnya bukan pemeriksaan, kita lakukan penyemprotan desinfektan," jelas Budi. "Kalau pemeriksaan memang ada, untuk pemeriksaan ada, tapi sifatnya untuk memeriksa panas dan sebagainya."

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy telah menegaskan bahwa pemerintah melakukan pemeriksaan kesehatan berkali-kali terhadap 69 WNI yang baru dievakuasi tersebut. Pemeriksaan kesehatan berulang kali tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para WNI tersebut benar-benar sehat.

"Mereka dalam keadaan sehat, kalau tidak sehat tidak boleh dievakuasi. Itu sudah jadi standar WHO," tegas Muhadjir pada Senin (2/3) dini hari. "Tidak boleh ada orang dalam keadaan sakit dievakuasi."

Tak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga akan kembali dilakukan di atas KRI dr Soeharso. Prosedur yang dimaksud ialah pengecekan klinis dan pengambilan sampel tenggorokan dan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium. "Sampai di kapal diambil spesimen lagi untuk dipastikan yang bersangkutan dalam keadaan sehat," pungkas Muhadjir.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts