Lee Jeong Hoon baru-baru ini menikmati liburan bersama keluarga ke Jepang dan Korea. Demi bertemu dengan keluarga disana, Lee mengaku kesulitan mendapatkan masker dan harga yang berkali lipat.
- Wahyu
- Senin, 02 Maret 2020 - 16:25 WIB
WowKeren - Maraknya wabah virus corona tidak membuat Lee Jeong Hoon membatalkan liburannya dengan keluarga. Baru-baru ini, suami Moa Aeim tersebut berlibur ke negara Jepang dan Korea. Seperti yang diketahui, penyebaran virus corona sedang terjadi di kedua negara tersebut.
Disinggung soal hal itu, Lee pun membuka suara tentang topik tersebut. "Iya, kemarin akhir tahun Januari juga liburan ke Korea terus lanjut ke Jepang sampai pertengahan Februari kita liburan," kata Lee Jeong Hoon di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan pada Minggu (1/3) malam dilansir dari Suara.com.
Sementara itu, Lee mengungkapkan bahwa dirinya sengaja tidak membawa dua anaknya yang masih balita karena khawatir dengan adanya virus corona ini. "Pas lagi ramai corona, tapi puji Tuhan pas sampai sana nggak ada masalah. Cuma baby kebetulan nggak ikut," ujarnya.
Lee pergi ke negara asalnya, yakni Korea, untuk bertemu dengan keluarga yang ada di sana. Lee ingin memastikan keluarganya aman dari penyebaran virus corona yang sedang marak di Korea. Namun ia mengaku kesulitan mencari masker yang kini langka ditemukan di Negara Ginseng itu.
Lee pun tak kehilangan akal, ia mencoba membeli masker dari Indonesia. Namun, rupanya harga masker malah naik menjadi lima kali lipat dari biasanya.
"Sementara ini sih masih aman. Mereka lagi kesusahan cari masker, saya coba kirim masker dari Indonesia. Naik lima kali lipat harganya," ungkapnya.
Sang istri, Moa Aiem, menjelaskan bahwa di Indonesia mereka juga kesusahan mencari masker karena wabah virus Covid-19 ini. "Jadi kemarin kesusahan masker di Indonesia, sekarang Korea," timpal Moa.
Penularan wabah virus corona di Korea Selatan pun saat ini terus meningkat. Dalam satu hari, otoritas Korsel melaporkan 476 kasus baru pada Senin (2/3) hari ini. Infeksi virus ini meningkat dalam 12 hari terakhir dengan 3.705 kasus baru yang dilaporkan dari 19 Februari hingga 1 Maret. Negara tersebut telah menaikkan level waspada virus corona ke "merah" yang merupakan tingkatan tertinggi.
(wk/wahy)