Ia menilai bahwa banyak pengelola televisi yang salah memilih narasumber untuk mengisi di acara keagamaan mereka. Untuk itu, ia meminta MUI untuk ikut turun tangan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 05 Maret 2020 - 15:42 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melayangkan kritik kepada sejumlah acara keagamaan di berbagai stasiun televisi. Hal itu disampaikan olehnya saat menghadiri standarisasi kompetensi dai di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Ia menilai bahwa banyak pengelola televisi yang salah memilih narasumber untuk mengisi di acara keagamaan mereka. Menurutnya, para pengelola rubrik televisi asal memilih dai. Alhasil, banyak pemahaman agama dan bacaan ayat yang tidak sesuai.
"(Saya) usul kepada Majelis Ulama juga, terutama televisi ya, saya melihat itu pengelola rubrik keagamaan di televisi banyak yang ndak ngerti agama. Sembarang orang disuruh ngomong," ujar Mahfud. "Kasih judul ini, salah lagi, baca ayat salah, makhrojnya salah."
Ia bahkan menyebut jika Majelis Ulama Indonesia harus turun tangan menyikapi hal ini. pasalnya, Mahfud melihat para pengelola acara televisi justru memilih narasumber yang hanya bisa menyampaikan cerita lucu dan mendramatisir masalah, bukan yang benar-benar berkompeten untuk mengisi acara keagamaan.
"Saya kira majelis ulama ini dan KPI perlu mengundang televisi agar memilih (dai yang berkompeten)," tegas Mahfud. "Orang dikarbit hanya karena bisa ngelucu, bisa cerita horor, bisa mendramatisir masalah, lalu dijadikan sebagai dai."
Lebih jauh, ia menyarankan pengelola televisi agar mau aktif meminta saran kepada MUI untuk mengetahui dai mana yang memang berkompeten. Ia sangat tidak menyarankan para pengelola televisi untuk asal meminta sembarang orang mengisi acara keagamaan.
"Kita usul mari kita ketemu dengan televisi, kita atur lah kita atur. Cari konsultan, konsultan di Majelis Ulama siapa nih yang cocok," tutur Mahfud. "Mau cari pelawak, Majelis Ulama juga bisa nyarikan kok. Kiai yang lucu bisa, enggak usah cari sendiri asal ketemu pelawak lalu disuruh, Majelis ulama bisa kok carikan itu."
(wk/zodi)