Virus Corona Pada Ibu Hamil Bisa Menular ke Bayi di Kandungan, Apa Benar?
Dunia
Wabah Virus Corona

Di Korea Selatan, seorang bayi positif terinfeksi virus corona (COVID-19) sehingga menjadikannya pasien corona termuda. Para ahli pun menelusuri apakah bayi tersebut tertular dari sang ibu saat hamil.

WowKeren - Kasus baru virus corona (COVID-19) beberapa waktu lalu melibatkan bayi yang baru lahir serta wanita hamil. Hal ini tentunya membuat para ahli medis untuk menganalisis kasus tersebut.

Dilansir Korea Herald (9/3), sudah ada delapan wanita hamil telah ditempatkan di ruang isolasi setelah tertular COVID-19 di Daegu dan Busan. Pada Jumat (7/3) lalu seorang wanita hamil di Daegu melahirkan, bayi tersebut dinyatakan negatif virus corona.

Meski ada ada jaminan dari otoritas kesehatan bahwa penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan tidak mungkin, tetapi wanita hamil takut terdapat dampak negatif pada bayi mereka akibat virus corona. Pasalnya, wanita hamil yang terinfeksi diklasifikasikan sebagai kelompok berisiko tinggi lantaran mereka rentan terhadap infeksi virus karena berkurangnya fungsi kekebalan tubuh.

Demam yang terjadi pada ibu hamil juga memiliki efek negatif pada pembentukan tabung saraf janin yang sedang berkembang. Beruntung obat demam untuk mengendalikan gejala corona aman digunakan selama kehamilan.


"Para ahli di negara-negara luar melihat bahwa ada kemungkinan tipis penularan Covid-19 dengan darah," Kwon Joon-wook, direktur National Institute of Health, pada Sabtu (7/3).

Sementara itu, pada Minggu (8/3), seorang bayi berusia 4 minggu dipastikan tertular virus corona dan menjadi pasien termuda di Korea Selatan. Ayah sang bayi sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 pada Jumat (6/3), kemudian istri dan putrinya, yang tinggal di Dongdaemun-gu di Seoul, ditemukan terinfeksi.

Di Tiongkok sendiri kasus pasien corona termuda juga dialami oleh bayi berusia 30 jam di Wuhan. Beruntungnya, bayi tersebut memiliki tanda vital yang stabil dan tidak ada demam atau batuk.

Bayi tersebut hanya mengalami sesak napas dan sejumlah tanda infeksi juga muncul di tubuhnya. Selain itu, bayi tersebut juga mengalami kelainan pada fungsi hatinya.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts