Artis Asmara Abigail menjadi korban lockdown di negara Italia akibat wabah virus corona (covid-19) yang begitu parah, bagaimana kondisinya saat ini?
- Ruth Meliana
- Selasa, 10 Maret 2020 - 17:29 WIB
WowKeren - Artis Asmara Abigail menjadi salah satu orang yang terjebak di Italia. Pasalnya, Pemerintah Italia baru saja melakukan sejumlah langkah penyebaran virus corona di negaranya dengan melakukan lockdown di seluruh kota mulai Selasa (10/3) hinga 3 April mendatang.
Italia sendiri saat ini menjadi negara kedua setelah Tiongkok yang terimbas kasus virus corona paling parah. Dilaporkan Italia saat ini telah memiliki lebih dari 9 ribu kasus covid-19 dan telah menyebabkan korban meninggal sebanyak 463 orang.
Dilansir dari DetikHot, Asmara mengaku saat ini masih terjebak di zona merah wabah virus corona di Italia. Ia menceritakan kondisinya saat ini yang baik-baik saja. Saat ini, ia masih tinggal di Kota Milan, region Lombardy.
Kedatangan artis "Setan Jawa" ini ke Italia ini rencananya ingin menghadiri Milan Fashion Week. Selain itu, ia juga memiliki berbagai pekerjaan di Eropa sehingga memutuskan untuk tinggal di Milan dari tanggal 19 Februari hingga 25 Maret mendatang.
"Kabar baik, aku kondisi di Milan dari tanggal 19 Februari, rencananya tuh sampai 25 Maret karena ada beberapa pekerjaan juga di Eropa," cerita Asmara seperti dilansir dari Detik. "Jadi tadinya ke Milan itu karena ada Milan Fashion Week."
Asmara sendiri berencana ke Amsterdam, Belanda untuk menghadiri screening film "Mudik" karya Adryanto Dewo. Selain itu ia juga dijadwalkan akan menghadiri acara film "Setan Jawa" di negara Kincir Angin pada 20 hingga 22 Maret 2020.
Asmara lantas membeberkan situasi terkini di Italia saat ini. Ia menjelaskan jika dua minggu lalu hanya ada 14 orang yang dinyatakan positif terkena virus corona. Namun saat ini, kasus virus corona di Italia telah menjadi outbreak setelah memiliki lebih dari 9 ribu kasus.
"Corona outbreak itu di Italia terjadi tanggal 22 Februari. Jadi persis setelah Hian Tjen Fashion Show," jelas Asmara. "Pas selesai dari Hian Tjen aku pulang pakai metro itu udah ramai berita Corona."
"Jadi situasinya itu paling banyak di Codogno sama Lodi dan daerah sekitarnya berada di bawah region Lombardy," sambungnya. "Milan itu termasuk di dalam region Lombardy, kota Milan, provinsi Milan, region Lombardy. Kita sudah zona orange."
Perempuan usia 27 tahun ini lantas membandingkan kondisi Italia seperti Jakarta saat ini. Menurutnya, pada awalnya banyak orang masih bisa beraktivitas sampai akhirnya dua minggu setelahnya dalam sehari sekitar seribu lima ratus orang dinyatakan positif terkena corona di satu kota.
(wk/lian)