Pemerintah Provinsi Bali memeriksa 21 orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien positif corona 'kasus 25' yang meninggal pada Rabu (11/3) kemarin. Mereka akan diisolasi di rumah masing-masing.
- Nidya Putri
- Kamis, 12 Maret 2020 - 11:32 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia pada Rabu (11/3) mengonfirmasi pasien corona pertama yang meninggal dunia. Di saat yang bersamaan pemerintah juga mengonfirmasi 7 kasus baru positif corona hingga total pasien penderita COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 34 orang.
Pasien meninggal tersebut adalah kasus 25. Ia meninggal pada Rabu (11/3) pukul 02.00 WIB dini hari.
"Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto di Jakarta. "Pasien identitas nomor 25 meninggal dunia."
Diketahui, sebelumnya pasien kasus 25 telah melakukan kontak dengan 21 orang di bandara Bali. Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
"21 orang ini sudah dilakukan pengecekan oleh dinas kesehatan dan sampai saat ini mereka semua dalam keadaan sehat, dan mereka diisolasi di rumah masing-masing tentunya mereka telah diberikan edukasi terkait pencegahan penularan virus tersebut", ujarnya mengutip keterangan tertulisnya, Rabu (11/3).
"Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang diajak kontak oleh pasien," sambungnya.
Pasien yang meninggal tersebut adalah seorang warga negara asing (WNA) berjenis kelamin perempuan dan berusia 53 tahun. Ia didiagnosa menderita 4 penyakit bawaan yaitu menderita gula atau diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru menahun.
Pasien tersebut masuk ke Bali pada tanggal 29 Februari, di mana sejak tanggal 3 Maret, pasien mulai mengalami demam dan dirawat di RS Swasta. "Dan pada tanggal 9 Maret pasien dirawat di RS Sanglah, perawatan dilakukan sesuai protap atau prosedur penanganan pasien pengawasan COVID-19 karena menunjukan gejala COVID-19," terang Indra.
Namun, hingga pasien meninggal dunia Pemerintah Provinsi Bali belum menerima hasil laboratorium di Jakarta. "Dan setelah dikonfirmasi maka WNA yang dalam pengawasan ini dikonfirmasi masuk dalam kasus 25 positif COVID-19," tegasnya.
Sementara itu, untuk penanganan jenazah sendiri, pemerintah telah memiliki protokol khusus. Apalagi pasien tersebut berasal dari negara luar.
Namun, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengaku tak tahu-menahu soal proses pengurusan jenazah WNA tersebut. Dinas Kesehatan di Bali dan konsulat jenderal negara asal yang bertanggung jawab atas jenazah tersebut.
"Saya nggak monitor ya, ini kan dikelola oleh Dinas Kesehatan Bali dengan keluarganya ya, saya nggak monitor mengikuti," terang Yurianto. "Kan ada konjennya, ya pasti diurusi sama mereka."
(wk/nidy)