Meski meliburkan aktivitas sekolah selama dua minggu untuk tingkat SMA, SMK, dan PKLK, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut jika UN SMK tetap digelar sesuai jadwal.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 16 Maret 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Menyusul wabah corona yang kian meluas di sejumlah wilayah Indonesia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah antisipasi dengan meliburkan sekolah di tingkat SMA, SMK, dan PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus). Hal itu berlaku mulai hari ini, Senin (16/3) hingga Minggu (29/3) mendatang.
Sementara itu untuk Ujian Nasional jenjang SMK tetap digelar seperti yang dijadwalkan. "Kami mengambil keputusan untuk tugas belajar para siswa dilaksanakan di rumah. Tapi, ujian nasional tetap berjalan," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (15/3) malam.
Namun, ada hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan ujian nasional ini. Khofifah meminta agar jarak bangku antar siswa sekitar 1 meter. Tak hanya itu sebagai langkah preventif, ia juga meminta pihak sekolah menyediakan sabun dan air yang mengalir agar siswa bisa mencuci tangan sewaktu-waktu.
Untuk ujian sekolah SMA, jadwalnya tidak akan mengalami perubahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni tanggal 30 Maret. Sehingga untuk sementara waktu, siswa SMA Kelas XII diminta untuk belajar di rumah guna mempersiapkan ujian sebaik mungkin. Khofifah mengimbau agar orangtua juga ikut membantu dalam pengawasan anak.
"Para orang tua agar terlibat langsung untuk bisa memberikan monitoring dalam proses belajar di rumah yang tetap akan terkoordinasikan oleh sekolah," tutur Khofifah. "Karena sekolah akan memberikan tugas dan nanti tugas itu akan dilaporkan kepada sekolah masing-masing."
Terkait program pertukaran pelajar, Khofifah meminta agar pihak sekolah menundanya terlebih dahulu, baik yang dilakukan di dalam maupun luar negeri. Imbauan juga berlaku untuk program study tour. "Satuan pendidikan diminta untuk menunda pertukaran pelajar baik ke luar maupun di dalam negeri termasuk kegiatan study tour," ujar Khofifah.
Sejumlah Pemerintah Daerah telah mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas pendidikan guna mengantisipasi penyebaran virus ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pun juga telah mengapresiasi langkah Pemda tersebut.
(wk/zodi)