Vatikan mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat wabah corona. Yaitu melangsungkan semua acara Pekan Suci bersama Paus Fransiskus tanpa jemaat, termasuk misa Minggu Paskah.
- Nidya Putri
- Senin, 16 Maret 2020 - 14:04 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona di Italia kian hari kian melonjak. Hingga hari ini (16/3), Itali menempati posisi kedua sebagai negara dengan kasus corona terbanyak setelah Tiongkok dengan jumlah 24.747 orang.
Akibatnya, Vatikan mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yaitu dengan melakukan melangsungkan semua acara Pekan Suci bersama Paus Fransiskus tanpa jemaat, termasuk misa Minggu Paskah.
Keputusan ini tentunya akan membuat Pekan Suci kali ini menjadi berbeda bagi umat Nasrani terutama bagi mereka yang berada di Roma. Pasalnya, tak ada seorang pun yang diizinkan menghadiri upacara apapun karena wabah virus corona. Jemaat juga tidak lagi dapat berkumpul di Lapangan Santo Petrus.
Adapun alasan diberlakukannya hal tersebut telah terpasang di situs Kepausan hari Sabtu malam (14/3). "Umat beriman dapat mengikuti acara-acara yang disiarkan secara langsung melalui internet atau televisi, tetapi tidak ada seorang pun yang dapat ikut secara aktif," katanya dalam pernyataan di situs.
Pekan suci sendiri merupakan salah satu waktu tersibuk dalam satu tahun bagi Paus Fransiskus, di mana puluhan ribu orang datang dari berbagai penjuru dunia untuk ikut dalam perayaan kebangkitan Yesus. Namun, dengan adanya "perubahan" ini masih belum jelas bagaimana sang Paus akan melaksanakan peringatannya.
Paus Fransiskus sendiri sempat meninggalkan Vatikan untuk melakukan kunjungan kejutan ke dua gereja. Perjalanan Paus tersebut termasuk jalan kaki singkat hari Minggu (15/3) di jalan utama kota Roma untuk mendoakan agar wabah virus corona segera berakhir, ujar juru bicara Vatikan Matteo Bruni.
Sebelumnya, Paus Fransiskus sempat menjalani serangkaian tes karena diduga terinfeksi virus corona. Namun setelah hasilnya keluar terbukti bahwa Paus Fransiskus hanya mengalami flu biasa dan negatif corona.
Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu juru bicara Vatikan, Matteo Bruni. Matteo mengatakan flu yang diderita Paus Fransiskus tidak berkaitan dengan penyakit lainnya. "Pilek yang didiagnosis (di dalam paus) berjalan dengan sendirinya, tanpa gejala yang disebabkan oleh patologi lain," katanya.
(wk/nidy)