Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Dita Indah Sari, mengungkapkan bahwa puluhan WN Tiongkok tersebut tidak memiliki ijin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 18 Maret 2020 - 17:25 WIB
WowKeren - Publik sempat dihebohkan oleh masuknya 49 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Pasalnya, puluhan TKA tersebut masuk ke Indonesia di tengah sejumlah pembatasan lalu lintas warga negara asing (WNA) untuk menekan penularan virus corona (Covid-19).
49 TKA tersebut rupanya bekerja di perusahaan pemurnian nikel yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sultra. Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker), Dita Indah Sari, lantas mengungkapkan bahwa puluhan WN Tiongkok tersebut tidak memiliki ijin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker.
"Melakukan pemeriksaan di lokasi perusahaan PT Dragon Virtue di Konawe, pengawas Naker menemukan fakta: 1. 49 warga negara Cina yg ada di situ tidak memiliki ijin kerja dari Dir PTKA Kemnaker," cuit Dita di akun Twitter pribadinya pada Selasa (17/3). "Mereka hanya mengantongi visa kunjungan."
Dengan demikian, keberadaan puluhan TKA tersebut menyalahi aturan. Dita menyebut bahwa pihak perusahaan akan disidik terkait hal ini.
"Keberadaan warga negara asing di lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi aturan. Oleh karena itu malam ini mereka semua diperintahkan meninggalkan lokasi perusahaan," lanjut Dita. "Setelah meninggalkan lokasi, mereka harus dikarantina dng benar. Sementara perusahaan yang mempekerjakan mereka akan disidik dengan ancaman pidana sesuai bunyi di UU 13 pasal 42 dan 43."
Selain itu, Kemnaker juga akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi. "Utk tindakan deportasi dsb adl wewenang imigrasi. Kemnaker akan berkoordinasi dng imigrasi," pungkas Dita.
Sebelumnya, beredar video viral yang menunjukkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok di Bandara Haluoleo. Dalam video tersebut, terdengar perekam yang mengaitkan kedatangan orang-orang itu dengan virus corona.
Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam lantas mengaku bahwa para TKA tersebut tidak datang dari Tiongkok, melainkan dari Jakarta. Pernyataan Merdisyam ini berbeda dari Kepala Kantor Perwakilan Kemenkumham Sultra, Sofyan, yang menyebut bahwa para TKA tersebut adalah TKA baru yang berangkat dari Tiongkok, transit di Thailand, sebelum akhirnya tiba di Indonesia.
(wk/Bert)