Nia Ramadhani Dicibir Usai Ngomel 'Corona Bangke', Suami Ngajak Mabuk Wine?
Instagram/ramadhaniabakrie
Selebriti
Seleb vs Corona

Nia Ramadhani mengungkap kekesalan karena harus repot mengurus ketiga anak di rumah dan tak bisa keluar akibat virus Corona. Disisi lain, sikap Ardi yang santuy sempat menuai sorotan netter.

WowKeren - Nia Ramadhani kembali jadi sorotan karena postingan suaminya, Ardi Barkie. Disaat virus Corona sedang melanda Indonesia, Nia stres kelelahan karena sekolah ketiga anaknya diliburkan.

Nia mengeluh pusing karena harus mengurus anak di rumah. Disaat ingin beristirahat, dia juga harus meladeni Ardi.

"Bangke ni virus, semua orang di rumah terus tahu enggak?" kata Nia. "Jadi, ibu-ibu tuh enggak bisa istirahat, pagi-pagi urusin anak sekolah, mau tidur bapaknya pulang, pusing ah sana ah."

"Ini aku posting lho yang," kata Ardi. "Enggak tahu ah, biarin aja, ibu-ibu sekarang lagi pusing marah sama semuanya di rumah, aku boseeeeeeen, sanaa aaaaah," seru Nia cuek.

Ardi justru menanggapi santai omelan Nia. Tak disangka, Ardi malah bercanda mengajak Nia minum alkohol.


"Ya udah. Kita nge-wine aja yuk? Mau enggak? Yuk?" goda Ardi. "Tauk ah, ya udah yuk." seru Nia.

Sementara itu, netizen menyindir Nia kurang berempati pada para pasien Corona ataupun yang sedang dalam pengawasan dokter. Mereka mencibir Nia karena tak bersyukur dengan kondisinya saat ini.

Nia Ramadhani Dibully

Sumber: Instagram

"Ya udah mbak jalan2 aja ke italy atau malaysia aja kl bosan dirumah, mana tau bs silaturahmi sama covid 19. Gk bersyukur banget sich jd org," tutur netter. "Iya jg yah. Duit banyak , rmh ad besar, pembantu bnyk ttp ngeluh dan pusing๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ eike bingung," seru netter. "Kurang bersyukur banget, Klo lakinya ga pulang tambah pusing lho mb nia," kata netter. "Salut ma suaminya, sabar banget," ujar netter.

Sebelumnya, Jakarta dinyatakan sebagai kota di Indonesia dengan pasien Corona terbanyak. Dari data 19 Maret, pasien positif 211 orang, dirawat 122 orang, sembuh, 13 orang, meninggal 19 orang dan isolasi mandiri 57 orang.

"Kasus terbanyak di Jakarta, kami maklumi bahwa pintu gerbang di Jakarta cukup besar dan mobilitas penduduk sangat tinggi. Kemungkinan terjadinya kontak dari kasus positif cukup besar," kata juru bicara pemerintah Achmad Yurianto.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts