WHO Siap Uji Coba 4 'Obat' Corona ke 10 Negara, Mana Saja?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan melakukan uji klinis 4 'obat' yang biasa digunakan untuk menangani pasien positif corona dalam waktu dekat. Tak hanya itu, uji coba tersebut akan dilakukan di 10 negara, mana saja?

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan melakukan uji klinis obat virus corona dalam waktu dekat. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan empat obat yang sebelumnya pernah digunakan untuk penyakit lain akan diuji coba kepada pasien COVID-19.

Hal ini merupakan salah satu upaya tercepat yang bisa dilakukan agar segera menemukan vaksin virus corona. Sejauh ini, sudah ada 10 negara yang berpartisipasi dalam uji coba dan tergabung dalam program "solidarity trial".

Adapun 10 negara yang tergabung dalam uji coba tersebut adalah Argentina, Bahrain, Kanada, Prancis, Iran, Norwegia, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, dan Thailand. Dilakukannya uji coba terhadap keempat obat ini dinilai karena Tiongkok juga melakukan percobaan serupa. “Banyak uji coba kecil dengan metodologi berbeda mungkin tidak memberi kita bukti kuat dan jelas yang kita butuhkan tentang perawatan untuk membantu menyelamatkan hidup pasien,” ujar Tedros dikutip dari Statnews.


Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan WHO, Ana Maria Henao-Restrepo berkata bahwa pengujian akan berfokus pada pertanyaan prioritas kunci untuk publik. “Apakah obat ini akan mengurangi risiko kematian?" ujarnya. "Apakah obat-obatan ini akan mengurangi waktu pasien dirawat di rumah sakit, dan apakah pasien yang menerima salah satu obat butuh ventilation atau unit perawatan intensif (ICU)."

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa WHO sengaja mendesain pengujian ini dengan cukup sederhana untuk dilakukan oleh rumah sakit yang sudah kebanyakan pasien sekalipun.

Sekedar informasi, keempat obat yang akan diuji coba adalah obat antivirus remdesivir, kombinasi lopinavir dan ritonavir yang selama ini digunakan untuk HIV, kombinasi lopinavir bersama ritonavir dan interferon beta, serta obat antimalaria klorokuin. Semua obat tersebut pernah digunakan pada pasien corona dan dari keempatnya nanti akan dibandingan dengan perawatan standar.

Sementara itu, peneliti Tiongkok yang bergabung dalam penelitian oleh Akademi Epidemiologi yang dipimpin ilmuwan bernama Chen Wei mengaku telah menemukan vaksin penangkal COVID-19. Chen menyebut sang ilmuwan sudah melakukan penelitian klinis dan telah dinyatakan lulus standar kualitas yang ditetapkan internasional. Setelah ini vaksin tersebut diharap bisa segera diujicoba ke manusia sebelum mulai diproduksi massal.

(wk/nidy)


You can share this post!

Related Posts