Takut Virus Corona, ISIS Tunda Serangan Ke Eropa?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Wabah virus corona menjadi pandemi, organisasi terorisme Internasional yaitu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melakukan upaya ini demi menghindari tertular COVID-19.

WowKeren - Wabah virus corona (covid-19) saat ini dilaporkan menewaskan lebih dari 11.000 orang. Virus yang pertama kali muncul di pasar ikan dan hewan Wuhan, Tiongkok ini seolah tidak dapat dihentikan lantaran terus menyebar ke berbagai negara di belahan dunia lainnya. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi.

Berbagai negara di seluruh dunia telah mengeluarkan berbagai kebijakan demi mengantisipasi penyebaran covid-19 yang semakin meluas. Bahkan, organisasi terorisme Internasional yaitu Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) turut menerapkan langkah agar tidak ikut tertular wabah corona.

ISIS telah mengimbau kepada para pengikutnya untuk tidak pergi ke Eropa sementara waktu. Melalui perintah medianya, Buletin Al-Naba mengumumkan kepada para anggotanya untuk menunda segala rencana serangan teror ke Eropa sementara waktu.

"Menjauh dari wilayah wabah," bunyi buletin itu seperti dikutip Bussiness Insider. "Orang yang sehat tidak boleh memasuki wilayah epidemi dan orang yang sakit tidak boleh keluar dari situ."


Selain itu, ISIS juga mengikuti anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demi menghindari virus corona. Mereka meminta para anggota militannya agar menerapkan pola hidup bersih termasuk menutup mulut saat menguap dan bersin hingga selalu mencuci tangan setiap waktu.

Dalam buletin yang dibagikan ISIS, tertulis satu halaman penuh berisi dengan teks-teks Islami tentang arahan untuk menangani pandemi ini. Saat ini, pandemi corona telah menular di sejumlah negara dengan anggota aktif ISIS seperti Irak, Afghanistan, dan Indonesia.

Sejak kekalahan di Suriah dan Irak, ISIS memang sudah tidak lagi menguasai wilayah tertentu yang dijadikan basis kekhalifahan. Namun, sejumlah pihak memperkirakan bahwa ISIS masih memiliki sedikitnya 200 ribu pasukan di wilayah Eropa dengan kemampuan finansial sebesar US$100 juta.

Kasus virus corona di seluruh dunia sendiri saat ini sudah mencapai 276.987 hingga Sabtu (21/3). Penyebaran covid-19 di Eropa juga terus memburuk. Kini kasus corona di Eropa telah melebihi 70 ribu kasus.

Italia menjadi negara Eropa dengan kasus corona terbanyak sebanyak 41.035. Bahkan, angka kematian Italia telah melewati Tiongkok dengan mencapai 3.405 korban jiwa.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts