Pemenang Nobel Ini Prediksi Pandemi Virus Corona Bakal Berakhir Lebih Cepat
GettyImage
Dunia

Ilmuwan sekaligus pemenang nobel berikut ini mengutarakan pandangan optimisme mengenai virus corona alias Covid-19 yang sedang mewabah di berbagai negara.

WowKeren - Pandemi virus corona atau Covid-19 sudah mewabah ke berbagai negara selama tiga bulan terakhir. Tercatat sudah lebih dari 500 ribu orang yang terinfeksi Covid-19, dengan 24 ribu di antaranya meninggal dunia.

Masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia sedang menantikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Prediksi mengenai waktu berakhirnya pandemi Covid-19 pun dijawab oleh seorang ahli biofisika Stanford, Michael Levitt. Pemenang nobel dalam bidang kimia di tahun 2013 tersebut memprediksi bahwa Covid-19 akan segera berakhir, meski secara bertahap.

Rupanya prediksi Levitt pada Januari lalu sudah terbukti, dengan kasus di Tiongkok yang berhasil melalui pandemi Covid-19 lebih cepat dari perkiraan pakar lainnya. Banyak pakar yang mengatakan bahwa wabah Covid-19 akan bertahan selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, namun Levitt tak berpikir demikian.

Levitt menganalogikan pandemi Covid-19 seperti mobil yang melaju di jalan raya dengan peningkatan jumlah kematian. Meski angka kematian terus bertambah, namun peningkatan jumlahnya akan melambat.


"Yang kita butuhkan adalah mengendalikan kepanikan," ungkap Levitt dilansir dari Los Angeles Times, pada Jumat (27/3). "Dalam skema besar, kita akan baik-baik saja. Angkanya masih tinggi, tapi ada tanda-tanda jelas bahwa pertumbuhannya melambat."

Kendati begitu, Levitt menyatakan bahwa negara yang sudah mulai mereda masih harus tetap waspada karena Covid-19 bisa kembali. Meski mengaku angka-angka yang dianalisisnya cukup berantakan dan pengujinya belum memadai, Levitt optimis adanya pelambatan yang konsisten di banyak negara terjangkit Covid-19.

Selain itu, Levitt juga mengatakan bahwa media menyebabkan kepanikan yang tidak perlu, dengan pemberitaan tentang pertumbuhan angka pasien positif Covid-19. Nicholas Reich, ahli biostatistik di University of Massachusetts Amherst mengatakan bahwa analisis Levitt memberikan perspektif yang lain tentang pandemi tersebut.

"Waktu akan memberi tahu apakah prediksi Levitt benar," ujar Reich. "Saya benar-benar berpikir memiliki beragam pakar yang membawa perspektif mereka akan membantu pembuat keputusan menavigasi kebijakan yang akan mereka hadapi di waktu mendatang."

(wk/evaa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait