Jumlah Pasien COVID-19 di AS Makin Membengkak, New York Bangun Rumah Sakit Darurat Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

New York sendiri memang menjadi episentrum pandemi virus corona di AS. dari 141,854 kasus positif COVID-19 di AS, sebanyak 59,500 pasien berada di New York.

WowKeren - Lonjakan kasus positif COVID-19 di Amerika Serikat rupanya benar-benar membuat pemerintah kalut bukan main. Bahkan laporan terbaru menyebut bahwa New York membangun rumah sakit darurat khusus untuk pasien virus corona.

Dilansir NBC New York pada Senin (30/3), rumah sakit darurat ini dibangun di Central Park. Puluhan orang bekerja untuk mengubah fasilitas di ruang terbuka hijau New York itu agar bisa dijadikan tempat merawat pasien COVID-19 di New York. Diketahui, New York sendiri memang menjadi episentrum pandemi virus corona di AS.


Hingga berita ini ditulis, jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Amerika Serikat memang terus mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan kini, AS menjadi negara dengan jumlah pasien positif corona tertinggi di dunia, melampaui Tiongkok dan Italia.

Sejauh ini AS mencatatkan 141,854 kasus positif COVID-19, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 4,435 orang, serta korban meninggal yang berjumlah 2,475 jiwa. Jumlah ini tentunya jauh lebih banyak dibandingkan negara Tiongkok sebagai pusat pandemi dengan 81,439 kasus maupun Italia dengan 97,689 kasus terkonfirmasi.

Sedangkan dari 141,854 kasus positif COVID-19 di AS, sebanyak 59,500 pasien berada di New York. "Ada banyak kasus COVID-19 di sini, di New York, dan banyak orang membutuhkan pertolongan," kata Elliot Tenpenny, seorang dokter dan pemimpin tim untuk Tim Respons COVID-19 Samaritan Purse.

"Rumah sakit di seluruh kota ini (New York) sudah penuh, dan mereka membutuhkan pertolongan sebisa mungkin yang mereka dapatkan. Itulah alasannya kami ada di sini," lanjutnya.

Rencananya, RS darurat corona tersebut akan selesai dibangun dalam kurun waktu dua hari.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa puncak kematian akibat Covid-19 diperkirakan berlangsung dua pekan. Trump pun memperpanjang masa social distancing di AS hingga 30 April mendatang.

"Tak ada yang lebih buruk dibandingkan mendeklarasikan kemenangan sebelum kemenangan didapat...Sangat penting bagi siapapun untuk tetap mengikuti petunjuk," ujar Trump.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts