Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, India 'Sulap' Gerbong Kereta Jadi Tempat Isolasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jawatan Kereta India menyebut jika saat ini sudah ada satu gerbong kereta telah disulap sedemikian rupa sebagai percontohan untuk digunakan sebagai fasilitas karantina.

WowKeren - Jumlah kasus corona terus mengalami peningkatan. Tak hanya di Indonesia, namun juga negara-negara di dunia. Salah satunya India yang merupakan negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien corona atau COVID-19, pemerintah India berencana untuk mengubah gerbong kereta sebagai tempat untuk isolasi. Saat ini, pemerintah setempat tengah berupaya untuk mempersiapkan infrastruktur guna antisipasi lonjakan kasus.

Perdana Menteri India Narendra Modi telah meminta kepada 1,3 milyar penduduknya untuk tetap berada di rumah selama tiga minggu ke depan. Lockdown tersebut merupakan yang terbesar mengingat penduduk India sendiri mengambil porsi seperlima dari total penduduk dunia.

Langkah itu diperlukan untuk menekan angka penyebaran virus corona. Hal ini jua berimbas pada kereta api yang merupakan alat transportasi massal di negara tersebut, menjadi "nganggur".


Satu gerbong kereta telah disulap sedemikian rupa sebagai percontohan fasilitas karantina. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Jawatan Kereta India.

Jika gerbong percontohan tersebut mendapat persetujuan maka Jawatan Kereta akan mengubah 10 gerbong menjadi ruang isolasi setiap minggunya. Meski demikian, tidak ada keterangan terkait berapa banyak pasien yang bisa ditampung di dalam satu gerbong kereta tersebut.

"Jawatan Kereta akan memberikan lingkungan yang bersih, tersanitasi dan higienis." kata kata Menteri Kereta Api India, Piyush Goyal seperti dilansir NY Times, Senin (30/3). "Untuk pasien menjalani pemulihan dengan nyaman."

Sementara itu, pemberhentian operasi kereta api yang menyusul kebijakan lockdown menyebabkan banyak pekerja di kota harus naik bus untuk pulang ke kampung halamannya. Bahkan dari mereka ada yang berjalan kaki.

Sejauh ini, India telah mengkonfirmasi 918 kasus corona dengan jumlah kematian sebanyak 19 jiwa. Sementara itu, kebijakan lockdown yang dilakukan pemerintah India rupanya memicu kekacauan di negara tersebut. Melansir Reuters pada Minggu (29/3) hari ini, kebijakan tersebut dilaporkan telah membuat jutaan rakyat miskin India menderita.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts