Calon Jamaah Khawatir Batal Berangkat Haji Akibat Corona, Kemenag Buka Suara
GettyImage
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Meski masih berlangsung beberapa bulan lagi, para calon jamaah haji merasa khawatir tak jadi berangkat ke Tanah Suci akibat virus corona alias Covid-19 yang sedang mewabah.

WowKeren - Pelaksanaan ibadah haji masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Akan tetapi, sejumlah calon jamaah haji sudah mengutarakan rasa cemas jika mereka batal ke Tanah Suci, akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Namun calon jamaah haji asal Banyuwangi, Jawa Timur yang bernama Ika mengaku pasrah jika ia tak jadi berangkat haji tahun ini. Ika yang sudah menunggu giliran berangkat haji sejak tahun 2012 lalu memahami bahwa kepentingan umum lebih utama daripada keinginan pribadinya.

"Saya sudah mempersiapkan dari segi mental, pasrah kalau tahun ini tidak berangkat ya semoga tahun depan. Bukan kali ini wacana haji ditutup," ujar Ika dilansir CNN Indonesia pada Rabu (1/4). "Ya tidak apa-apa, demi kemaslahatan umum karena pandemi corona. Haji ini ibadah panggilan, kalau mau bagaimanapun kalau tidak dipanggil Allah, ya tidak akan berangkat."

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Muhajirin Yanis menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Meski belum ada kepastian, Kemenag tetap melakukan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2020.


"Ya kita harus menunggu keputusan resmi. Belum ada penyampaian resmi (dari otoritas Arab Saudi)," ungkap Muhajirin. "Jamaah agar terus menjaga kesehatan, ikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah."

Menteri Agama Fachrul Razi juga sempat mengatakan bahwa ada dua opsi terkait penyelenggaraan haji tahun 2020, yakni tetap berangkat atau dibatalkan oleh otoritas Arab Saudi. Fachrul menegaskan bahwa Kemenag siap mengembalikan dana para calon jamaah jika haji batal terlaksana.

Sebelumnya, Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Benten mengimbau umat Islam di seluruh dunia untuk menunda ibadah haji tahun ini. Arab Saudi sendiri juga sudah menghentikan penerbitan visa umrah sejak 27 Februari 2020 lalu.

"Arab Saudi sebenarnya siap melayani jemaah haji dan umrah. Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang virus corona, Kerajaan merasa terpanggil untuk melindungi kesehatan umat Islam," ujar Benten. "Dan oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas."

(wk/evaa)

You can share this post!

Related Posts