Angie Virgin Ungkap Kondisi Inggris di Tengah Wabah Corona, dari Panic Buying Hingga Berjemur
Instagram
Selebriti
Seleb vs Corona

Sudah dua minggu negara Inggris melakukan kebijakan lockdown untuk melawan pandemi virus corona. Angie Virgin yang sedang tinggal di Inggris mengungkapkan kondisi masyarakat di sana.

WowKeren - Aktris Angie Yulia atau yang dikenal Angie Virgin ikut merasakan dampak dari virus corona atau Covid-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia. Angie diketahui tinggal di London, Inggris sejak beberapa tahun lalu. Negara Inggris sendiri telah memberlakukan kebijakan lockdown sejak tanggal 23 Maret.

"Sekarang sudah lockdown sudah dua mingguan ngejalanin lockdown. Kita masih mengimbau orang buat dirumah. Kalau lockdown secara hukum emang enggak boleh keluar rumah," ungkap Angie dalam tayangan live Instagram Insert pada Senin (6/4).


Selain itu, Angie mengungkapkan jika ada sanksi saat melanggar aturan dari pemerintah. "Ada (hukuman) kalau emang sengaja buat jalan-jalan, kumpul-kumpul. Tapi kalau lagi sakit, terus keluar rumah, ya ada pidana penjara tapi mungkin delay pas sudah enggak sakit," kata Angie.

Sebelum Pemerintah Inggris memutuskan untuk lockdown, Angie berpendapat bahwa banyak masyarakat yang mengalami kepanikan. Mereka bahkan berbondong-bondong ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan pokok. Angie pun mengaku kehabisan barang-barang kebutuhan pokok karena telah diborong masyarakat.

"Sebelum lockdown, pada panic buying dan itu terjadi di mana pun. Aku kan masih kerja sebelum lockdown, aku enggak sempat belanja. Pas weekend, semua kosong, sudah enggak ada," cerita Angie.

"Biasanya belanja mingguan, kita bisa dapat di toko besar ini enggak bisa. Harus ke beberapa toko lain, tissue toilet roll, pembersih anti bakteri juga sudah habis dijual. Jauh lebih mahal di eBay (situs web lelang daring). Makanan kaleng juga jarang," lanjut Angie.

Di sisi lain, Angie mengungkapkan banyak masyarakat Inggris yang masih keluar dari rumah saat hari libur untuk berjemur. Hal itu menyebabkan masa lockdown di Inggris bisa diperpanjang sampai akhir April.

"Barusan ngecek email dari kantor, terus katanya bakalan ada kabar tes lab aja. Tapi itu bukan tanda yang baik ya. Terus kemarin weekend kan sunny banget, harus berjemur kan ya. Jadi banyak anak muda yang katanya imunnya kuat itu banyak keluar, dan ternyata itu justru membuat extand sampai akhir April," pungkas Angie.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts