Pandemi Corona Diprediksi Bisa Buat 500 Juta Penduduk Dunia Jatuh Miskin
Dunia
Pandemi Virus Corona

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Australian National University (ANU) dan Kings College London, badan amal Oxfam memperingatkan bahwa pandemi ini juga dapat membuat lebih dari 500 juta orang jatuh miskin.

WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) diketahui berdampak buruk terhadap perekonomian dunia. Badan amal Oxfam memperingatkan bahwa pandemi ini juga dapat membuat lebih dari 500 juta orang jatuh miskin.

Oxfam mendasarkan peringatan tersebut dari riset yang dilakukan oleh Australian National University (ANU) dan Kings College, London. Oxfam menyebut bahwa ini merupakan pertama kalinya kemiskinan meningkat secara global dalam 30 tahun terakhir. "Krisis ekonomi berpotensi menjadi lebih buruk dibanding krisi kesehatan," tulis laporan Oxfam dilansir BBC pada Jumat (10/4) hari ini.

Menjelang 3 pertemuan internasional besar pekan depan, Oxfam menyebut bahwa saat pandemi corona berakhir, setengah populasi dunia bisa hidup dalam kemiskinan. Laporan Oxfam tersebut juga menyebut bahwa dampak virus corona bisa berpotensi menghalangi tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB untuk mengakhiri kemiskinan pada 2030.

"Temuan kami menunjukkan pentingnya perluasan jaring pengaman sosial di negara berkembang sesegera mungkin dan seluas mungkin," demikian kutipan Professor Andy Sumner dari King's College. "Serta perhatian yang lebih besar terhadap dampak Covid di negara-negara berkembang dan apa yang dapat dilakukan masyarakat internasional untuk membantu."


Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 40 persen orang miskin baru bisa terkonsentrasi di Asia Timur dan Pasifik. Sementara itu, sepertiga di antaranya diprediksi berada do Sub-Sahara Afrika and Asia Selatan.

"Belum ada jaringan keamanan seperti cuti sakit berbayar atau bantuan pemerintah bagi miliaran pekerja di negara-negara miskin yang telah kesulitan," pungkas Chief Executive Oxfam GB, Danny Sriskandarajah. "Pertemuan Bank Dunia dan G20 pada pekan depan merupakan kesempatan penting untuk para pemimpin dunia dalam berkolaborasi di bantuan ekonomi gabungan demi melindungi orang-orang lemah,"

Melansir situs worldometer pada Jumat (10/4) hari ini, virus corona telah menjangkit 1.607.595 orang di berbagai belahan dunia. Virus ini telah menewaskan 95.785, namun 357.164 orang lainnya dinyatakan telah sembuh.

Kini, Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus corona tertinggi di dunia, melebihi Tiongkok. Hingga hari ini, sudah ada 468.895 kasus corona di AS dengan total 16.697 kematian dan 25.928 kesembuhan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts