Fakta-Fakta Soal Bentrok TNI-Polri di Papua: Renggut Nyawa 3 Polisi Hingga Kapolda Tarik Senjata
Nasional

Insiden bentrokan yang terjadi di Kabupaten Membramo Raya, Papua, pada Minggu (12/4) pagi ini membuat Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menginstruksikan agar senjata yang dibawa para anggotanya ditarik.

WowKeren - Bentrokan antara oknum TNI dan Polri kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut terjadi di Kabupaten Membramo Raya, Papua, pada Minggu (12/4) pagi dan merenggut nyawa 3 orang polisi.

"Akibat kesalahpahaman antara oknum anggota TNI dan anggota Polres Mamberamo Raya, 3 anggota polri meninggal dunia," tutur Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dilansir CNN Indonesia pada Senin (13/4). "Dan 2 orang mengalami luka tembak."

Menurut Kamal, terjadi kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Panrahwan Yonif Kostras dengan anggota Polres Mamberamo Raya di Jalan Pemda I, Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah. Insiden tersebut merenggut nyawa Briptu Marcelino Rumaikewi yang mengalami luka tembak pada leher bagian kanan sebanyak satu kali.

Lalu ada Bripda Yosias Dibangga yang meninggal usai mengalami luka tembak pada bagian leher kiri satu kali, dan Briptu Alexander Ndun mengalami luka tembak pada paha kiri. Insiden ini juga membuat 2 anggota Polri yang menjadi korban luka, yakni Bripka Alva Titaley yang mengalami luka tembak pada paha kiri satu kali dan Brigpol Robert Marien yang mengalami luka tembak pada punggung 3 kali.


"Situasi saat ini sudah kondusif," jelas Kamal. "Saat ini jenazah ajan diterbangkan ke Jayapura untuk dilakukan visum di RS Bhayangkara Jayapura."

Insiden ini membuat Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menginstruksikan agar senjata yang dibawa para anggotanya ditarik. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adanya serangan balasan dari rekan-rekan korban.

"Semua yang memegang senjata kami tarik, dan kami amankan agar tidak ada aksi balasan," ujar Paulus di Base Ops Lanud Silas Papare. "Kami akan konsolidasi untuk menenangkan semua anggota kami, prajurit kami, terutama perwira di lapangan untuk bisa menenangkan semuanya dan tidak keluar dari komando."

Sementara itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto menjelaskan bahwa pihak Kodam XVII Cenderawasih dan Polda Papua sudah menurunkan Tim Gabungan terkait insiden ini. Menurut Eko, hingga kini investigasi masih berlangsung dan belum ada keterangan lebih lanjut terkait duduk perkara yang sebenarnya terjadi.

"Untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan," pungkas Eko. "Fakta-fakta kronologis yang sebenarnya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait