Kasus virus corona di DKI Jakarta menjadi yang terparah di Indonesia, satwa-satwa di kebun binatang Ragunan justru dikabarkan lebih rileks kala pandemi COVID-19 terjadi.
- Ruth Meliana
- Senin, 13 April 2020 - 12:17 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap harinya. Berdasarkan data covid.go.id hingga Senin (13/4) siang, telah ada dan 4.241 kasus positif COVID-19 di Tanah Air.
Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah yang terkena virus corona terparah di Indonesia. Akibatnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan meliburkan sekolah hingga menutup seluruh tempat wisata.
Meski sejumlah tempat wisata telah ditutup, namun Pemprov DKI tetap memberikan perhatian yang serius dalam sektor wisata. Hal ini ditunjukkan Gubernur DKI Anies Baswedan yang melakukan inspeksi ke Taman Margasatwa Ragunan di masa pandemi corona.
Kunjungan Anies ke Ragunan ini dibagikan melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah foto-foto aktivitas dirinya sedang memberikan makanan ke beberapa hewan. Anies juga memastikan jika perawatan seluruh satwa-satwa dalam kebun binatang tetap berjalan seperti biasa.
"Seluruh tempat wisata yang dikelola Pemprov DKI, termasuk Taman Margasatwa Ragunan, sudah langsung ditutup sejak 14 Maret 2020,” tulis Anies dalam caption akun Instagram, Minggu (12/4). “Jadi hari ini adalah minggu ke-5, TMR tutup untuk cegah penyebaran COVID-19.”
"Pagi tadi menyempatkan inspeksi ke TMR untuk memastikan perawatan seluruh satwa dan fasilitas di sana,” sambungnya. “Jajaran TMR, termasuk dokter hewan, kurator, sampai petugas keamanan dan kebersihan terus bekerja bergantian memastikan satwa sehat dan fasilitas terawat.”
Anies juga menceritakan jika hewan-hewan di Ragunan justru tidak stres dan terlihat tenang karena tidak ada pengunjung. Padahal, bisanya hewan-hewan tersebut sering dibuat gelisah akibat banyaknya pengunjung yang berdatangan ke kebun binatang.
"Ada penjelasan menarik dari mereka (pengurus kebun binatang Ragunan),” ungkap Anies. “Katanya, satwa-satwa ini terlihat rileks, tenang dan tidak stres. Biasanya, karena banyak pengunjung, sebagian binatang itu merasa gelisah.”
”Di kunjungan pagi ini, berkesempatan juga menuntaskan janji yang sempat tertunda, yaitu memberi nama anak jerapah yang baru lahir 2,5 bulan lalu,” sambungnya. “Anak jerapah jantan ini saya beri nama Julang, disertai harapan dia akan tumbuh menjulang lebih tinggi dari induknya.”
(wk/lian)