Antisipasi Gelombang Kedua Corona, Bandara Singapura Tutup Air Terjun Indoor Tertinggi Dunia
Dunia

Singarupa memutuskan untuk menutup ikon air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia, Rain Vortex di tengah pandemi corona. Keputusan tersebut menindaklanjuti kebijakan lockdown negara Merlion tersebut.

WowKeren - Air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia yang menjadi ikon utama bandara di Singapura yang menyabet penghargaan harus ditutup sementara. Penutupan ini merupakan buntut dari keputusan lockdown yang diambil negara Merlion tersebut.

Penutupan sementara waktu ini bukanlah yang pertama kali terjadi, namun kali ini yang pertama kalinya disebabkan karena pandemi global. Seorang juru bicara untuk Bandara Internasional Changi mengatakan Rain Vortex sebelumnya telah dimatikan untuk pemeliharaan.

"Ini daya tarik dan seperti atraksi lainnya di sekitar Singapura, kami mematuhi arahan pemerintah untuk menangguhkan semua layanan tidak penting selama periode Circuit Breaker," kata juru bicara dilansir Business Insider, Selasa (14/4).

Rain Vortex setinggi 130 kaki berada di pusat "Permata" Bandara Internasional Changi, dimana sebuah mal mewah dan pusat gaya hidup senilau USD 1,3 miliar yang dibuka pada bulan April 2019. Fasilitas disana meliputi bioskop IMAX, supermarket, hotel, dan 280 toko dan restoran.


Riam air jatuh tujuh lantai melalui inti bangunan, di bawah kubah kaca dan baja besar. Di malam hari, pertunjukan cahaya dan suara diproyeksikan ke air yang jatuh.

Dirancang oleh perusahaan WET yang berbasis di Los Angeles, Rain Vortex terinspirasi oleh hujan yang sering datang di Singapura dan dikelilingi oleh instalasi empat lantai tanaman hijau subur yang disebut Shiseido Forest Valley, yang terdiri dari lebih dari 900 pohon dan 60.000 semak. Semua air dipanen dari hujan dan bersirkulasi ulang melalui air terjun 24 jam setiap harinya.

Selain mematikan Rain Vortex, Bandara Internasional Changi menutup Terminal 2 selama 18 bulan mulai 1 Mei 2020 mendatang. Hal itu tak lepas dari kian meningkatnya kasus corona di negara tersebut.

Menteri Transportasi Khaw Boon Wan menuturkan bahwa penutupan itu bertujuan untuk menghemat biaya operasional. Pandemi corona yang merebak di dunia memang cukup menjadi pukulan bagi industri penerbangan global.

Dengan ditutupnya di Terminal 2, kegiatan operasional akan dialihkan ke terminal yang tersisa. Singapore Airlines (SIA) akan mengkonsolidasikan operasinya di Terminal 3.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait