Satu vaksin diuji klinis oleh perusahaan CanSino Biologics Inc dan Beijing Institute of Biotechnology. Sedangkan dua lainnya diujikan pada manusia oleh produsen obat AS Moderna Inc dan Inovio Pharmaceuticals Inc.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 14 April 2020 - 13:49 WIB
WowKeren - World Health Organization (WHO) rupanya membagikan kabar terbaru soal proyek uji coba obat virus corona (COVID-19). Organisasi Kesehatan Dunia tersebut dilaporkan tengah mengembangkan 70 vaksin virus corona saat ini. Sedangkan tiga di antaranya telah diuji coba ke manusia.
Dilansir Time pada Selasa (14/4), satu vaksin diuji klinis oleh perusahaan CanSino Biologics Inc dan Beijing Institute of Biotechnology. Berdasarkan dokumen WHO, dua vaksin lainnya diujikan pada manusia oleh produsen obat Amerika Serikat Moderna Inc dan Inovio Pharmaceuticals Inc.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menjelaskan bahwa vaksin merupakan cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran COVID-19 yang telah menewaskan lebih dari 119 ribu orang di seluruh dunia.
Tedros juga mengklaim bahwa virus mematikan itu sulit dihilangkan jika hanya mengandalkan tindakan pengendalian seperti menjaga jarak maupun karantina wilayah alias lockdown yang kini telah diterapkan di berbagai negara di dunia.
WHO sendiri meminta agar negara-negara lain berhenti menggunakan obat-obatan yang tidak terbukti efektif melawan COVID-19. Pasalnya, sebelumnya sejumlah orang telah secara eksperimental menggunakan klorokuin yang dikombinasikan dengan Azithromycin untuk mencegah dan mengobati COVID-19.
Sebelumnya, Tedros juga sempat menyatakan bahwa pandemi corona sangat berbahaya lantaran menyebar dengan cepat dan penurunannya lambat. Maka dari itu, dia berharap seluruh negara gencar melakukan deteksi dini, serta melakukan isolasi dan melacak orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien untuk mencegah penyebaran virus, hingga vaksin yang dikembangkan benar-benar teruji efektif.
"Penurunan kasus lebih lamban ketimbang pertambahan. Upaya pengendalian wabah harus dilakukan perlahan jika ingin dilonggarkan. Tidak bisa dilakukan sekaligus," kata Tedros dalam konferensi pers belum lama ini.
Di sisi lain, disebutkan pula bahwa vaksin tersebut dikembangkan dengan kecepatan luar biasa di mana saat ini dunia tengah berpacu dengan waktu untuk menaklukan virus corona. Beberapa perusahaan obat juga meyakini dapat menyelesaikan pembuatan vaksin secepat mungkin. Biasanya pengembangan vaksin membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.
Sementara itu, sebagai informasi tambahan, saat ini virus corona telah menjangkit sekitar 1,924,635 korban dari seluruh penjuru dunia. Virus yang menyebar pertama kali dari Wuhan, Tiongkok, tersebut juga telah menewaskan lebih dari 119 ribu jiwa, dengan 444,836 pasien yang dinyatakan sembuh.
(wk/luth)