Kepala negara geram lantaran masih ada pemda yang alokasi APBD nya belum difokuskan untuk penanganan corona. Untuk itu, ia meminta Menteri Keuangan untuk menegur mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 April 2020 - 16:17 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan realokasi anggaran untuk penanganan corona atau COVID-19. Namun hingga kini masih ada sejumlah kepala daerah yang belum mengeksekusi perintah tersebut.
Ia menyebut ada 34 daerah di Indonesia yang belum menyampaikan alokasi anggaran untuk penanganan COVID-19. Menurutnya, hal ini menunjukkan masih kurangnya kepedulian pemda terhadap permasalahan wabah tersebut.
"Bahkan ada 34 daerah yang belum menyampaikan data anggaran untuk penanganan COVID-19," kata Jokowi, Selasa (14/4). "Artinya ada di antara kita yang masih belum memiliki respons dan belum ada feeling dalam situasi yang tidak normal ini."
Kepala negara geram lantaran masih ada pemda yang alokasi APBD nya belum difokuskan untuk penanganan corona. Untuk itu, ia meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menegur mereka.
"Saya melihat, setelah saya cermati, saya mencatat masih ada beberapa daerah yang APBD-nya business as usual," lanjut Kepala Negara. "Ini saya minta Menteri Dalam Negeri, saya minta Bu Menteri Keuangan agar mereka ditegur."
Jokowi sebelumnya telah menekankan agar baik pemerintah pusat maupun daerah memfokuskan anggaran untuk penanganan COVID-19. Belanja yang tidak prioritas dipangkas untuk dialihkan ke yang lebih mendesak.
"Saya ingin menekankan sekali lagi agar seluruh kementerian, lembaga dan seluruh pemerintah daerah menyisir ulang kembali APBN dan APBD-nya," terang Jokowi. "Pangkas belanja-belanja yang tidak prioritas, sekali lagi pangkas belanja-belanja yang tidak prioritas."
Sementara itu terkait realokasi anggaran itu sendiri, akan diutamakan pada 3 prioritas yakni kesehatan, jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi untuk UMKM dan pelaku usaha. Hal senada sebelumnya sempat diutarakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menyatakan pemerintah akan memprioritaskan penggunaan APBN 2020 untuk difokuskan ke sektor kesehatan.
"Permintaan ini kan sedang tinggi," kata Sri, Rabu (18/3). "Jadi permudah untuk menyediakan peralatan kesehatan, masker, kemudian mungkin ventilator yang dibutuhkan rumah sakit."
(wk/zodi)