Dengan hadirnya bandara Kediri ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 16 April 2020 - 14:18 WIB
WowKeren - Pemerintah telah memulai proyek pembangunan Bandara Kediri. Pembangunan itu dimulai sesuai jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya, terlepas dari kondisi saat ini dimana virus corona tengah mewabah.
Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui konferensi video bersama bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (15/4).
"Meskipun tengah darurat COVID-19, namun pembangunan bandara ini tetap dimulai sesuai jadwal," kata gubernur. Menurutnya, pembangunan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu dua tahun. Untuk pembangunan tahap awal, jumlah nilai investasinya mencapai Rp 9 triliun.
Proyek pembangunan Bandara Kediri ini merupakan salah Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan hadirnya bandara ini diharapkan dapat menjadi pintu gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Dengan begitu, konektivitas di wilayah Jawa Timur bagian utara dan selatan menjadi seimbang. Dengan adanya bandara ini, konektivitas di sejumlah wilayah Jawa Timur bagian selatan bisa lebih terbuka, seperti Tulungagung, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, hingga Madiun.
"Jadi, konektivitas udara di wilayah Jawa Timur utara dan selatan menjadi lebih seimbang. Selama ini terkesan hanya wilayah utara yang maju dari sisi konektivitas dan akses," lanjut orang nomor satu di Jatim tersebut. "Nah, dengan hadirnya bandara ini maka tidak ada lagi dikotomi utara dan selatan. Semua sudah terbuka."
Dengan terbukanya konektivitas berkat hadirnya Bandara Kediri tersebut, Khofifah berharap akan berdampak pada peningkatan sektor lainnya. Tak hanya pariwisata dan pertanian, namun juga perkembangan sektor maritim dan perkebunan.
Bandara ini sendiri memiliki landasan pacu seluas 3.300 x 45 m persegi. Sedangkan luas lahannya adalah 450 hektare. Meskipun dirancang untuk melayani rute domestik namun bandara ini ke depannya kemungkinan akan menjadi bandara internasional.
Sementara untuk tahap awal bandara bisa menampung sekitar 1,5 juta penumpang. "Untuk tahap I pembangunan, Insya Allah bandara ini mampu menampung 1,5 juta penumpang," ujar Khofifah.
(wk/zodi)