Tara Budiman Pilih Salat Tarawih Di Rumah Selama Pandemi Virus Corona, Sang ART Jadi Imam
Instagram/tarrabudiman
Selebriti
Puasa Di Tengah Corona

Tara Budiman mempunyai cara tersendiri demi melaksanakan ibadah salat tarawih di rumah saja. Tara mengaku itu adalah suatu hal yang wajar selama berada di situasi wabah virus corona saat ini.

WowKeren - Bulan Ramadan tahun ini sudah berada di depan mata. Umat Muslim pun bersiap untuk menjalani puasa mereka di tahun ini namun dengan keadaan yang berbeda dari sebelumnya. Sebab, masyarakat harus menjalani ibadah puasa di tengah pandemi virus corona di rumah, termasuk salat tarawih.

Pembawa acara Tara Budiman pun sudah menyiapkan diri untuk melaksanakan ibadah salat tarawih. Tara mengungkapkan bahwa ia akan melaksanakan salat tarawih di rumah selama pandemi virus Covid-19.

"Jadi, yang namanya nanti kita tarawih segala macam, itu memang kita lakukan di rumah, di ruang tamu. Karena sekarang setiap hari pun, kayak mau magrib saja kita masih melakukan di sini (ruang tamu) bareng-bareng jemaah," ungkap Tara dilansir dari Kumparan.com.

Kendati demikian, Tara merasa beruntung karena salah satu asisten rumah tangganya cukup lancar untuk bisa dijadikan sebagai imam salat. Maka dari itu, ia tak perlu khawatir untuk melakukan ibadah salat di rumah.

"Kebetulan di sini gue ada orang rumah, ada pembantu di rumah, yang mungkin doanya lebih bagus daripada gue. Mungkin bisa dibantu sama beliau. Umurnya juga di atas gue," ujar Tara.


Tara beranggapan bahwa melakukan ibadah di rumah adalah hal yang wajar dilakukan dalam situasi seperti sekarang ini. Apabila tetap memaksakan ibadah di masjid, dikhawatirkan nanti penularan virus corona akan lebih mudah menyebar luas.

"Gue berpatok pada ketika kita tidak bisa melakukan ibadah di masjid, ya, kita bisa kerjakan di rumah. Jadi, selama itu masih bisa dilakukan di rumah dan ada beberapa orang, buat gue sih, sah-sah saja," tutur Tara.

Di sisi lain, Tara mengaku tidak menyetok makanan untuk sebulan penuh. Tara hanya akan menyetok makanan untuk dua minggu ke depan. Bukan tanpa sebab, Tara beranggapan bahwa makanan tersebut terasa tidak fresh jika disimpan selama sebulan.

"Sebentar lagi, kan, bulan puasa. Kalau stok makanan selama sebulan, sih, gue enggak stok sebulan karena enggak tahu itu akan ditaruh di mana dan, menurut gue, itu enggak fresh kalau kita stok makanan untuk sebulan," jelas Tara.

"Mungkin benda-benda selama belanja bulanan yang gue beli itu, ya, seperti mi instan. Sisanya beli hitungan per dua minggu sekali, sih. Jadi, kalau makanan, belum stok sampai sebulan," pungkas Tara.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts