Ingin Bebas Virus Corona, AS Justru Temukan Banyak Warga Keracunan Disinfektan
Dunia

CDC AS mendapati adanya lonjakan aduan kesehatan karena keracunan disinfektan di tengah pandemi COVID-19. Hal ini berkaitan dengan upaya masyarakat membersihkan berbagai mikroba yang mungkin menempel.

WowKeren - Tak hanya pemerintah maupun tim medis yang bertanggung jawab dalam mengentaskan pandemi virus Corona, masyarakat awam pun ikut bertanggung jawab terkait hal tersebut.

Salah satu langkah sederhana yang bisa ditempuh masyarakat awam adalah rajin membersihkan permukaan barang serta bahan makanan dengan disinfektan. Sayangnya, tanpa pemahaman yang jelas, justru banyak warga yang mengadu keracunan bahan disinfektan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat baru-baru ini. Menurut CDC, pihaknya menerima jauh lebih banyak telepon aduan kesehatan terkait keracunan bahan pembersih dan disinfektan. Kenaikannya pun tak main-main, sampai 20 persen.

CDC membandingkan jumlah telepon aduan kesehatan terkait keracunan pada interval Januari hingga Maret 2020 dengan periode sama pada 2019 dan 2018 lalu. Hasilnya, aduan pada 2020 menjuarai, disusul tahun 2018 dan 2019.

Lebih detail, lonjakan aduan kesehatan ini terjadi pada awal Maret 2020. Kebanyakan dari aduan yang diterima terkait dengan produk pembersih berbasis pemutih di kategori disinfektan, disusul bahan disinfektan non-alkohol dan hand sanitizer.


"Waktunya bersamaan dengan banyaknya artikel di media terkait menjaga kebersihan di tengah pandemi COVID-19," ujar CDC, dilansir dari Science Alert, Jumat (24/4). "Bersamaan pula dengan lonjakan pembelian produk kebersihan dan disinfektan, serta perintah untuk warga lebih banyak beraktivitas dari rumah."

Beberapa kejadian yang ada seperti seorang siswi taman kanak-kanak yang terlalu sering terpapar hand sanitizer berbasis alkohol. Dan tanpa sadar jumlah alkohol yang masuk ke tubuhnya sudah melebihi batas.

Atau kasus lain ketika seorang wanita mencuci bahan makanannya menggunakan pemutih yang diencerkan dengan air panas. Padahal perpaduan dua bahan ini menyebabkan timbulnya senyawa yang lebih berbahaya dan menyebabkan gejala seperti batuk, pusing, hingga kesulitan bernapas.

"Ada beberapa orang merekomendasikan Anda mencuci bahan makanan dengan sabun (atau produk disinfektan lain)," kata Ahli Mikrobiologi dan Keamanan Makanan dari Universitas Rutgers, Donald Schaffner. "Padahal sabun (dan bahan disinfektan) dapat menyebabkan muntah dan diare."

Oleh karenanya, CDC menyarankan agar masyarakat mencari informasi selengkapnya terkait pembersihan bahan makanan dengan disinfektan. Selain itu, beberapa saran seperti selalu memerhatikan label komposisi disinfektan, wajib menggunakan air suhu kamar kecuali ada panduan tertentu, serta menghindari pencampuran bahan kimia patut diterapkan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait