Libatkan 200 Relawan, Jerman Siap Uji Vaksin COVID-19
Dunia

Otoritas Kesehatan Jerman telah menyetujui uji coba klinis vaksin virus corona pada manusia. Dalam uji coba yang bakal dilakukan dalam waktu dekat itu, akan melibatkan 200 relawan dengan rentan usia 55 hingga 81 tahun.

WowKeren - Wabah corona yang telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang di dunia membuat para ilmuwan dan peneliti berlomba-lomba untuk menciptakan vaksin. Mulai dari Tiongkok, Australia hingga Inggris tengah dikejar waktu untuk menyempurnakan obat COVID-19 tersebut.

Kali ini, Otoritas Kesehatan Jerman telah menyetujui uji coba klinis vaksin virus corona pada manusia. Uji klinis vaksin tersebut akan diberikan pada 200 relawan sehat berusia antara 81 dan 55 tahun.

Vaksin COVID-19 yang bakal diuji coba tersebut dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech. Para ilmuwan telah melakukan serangkaian penelitian pada vaksin potensial ini, dan hasilnya cukup memuaskan dengan memberikan kekebalan tubuh pada virus.

Pengujian ini rencananya akan diberikan pada lebih banyak orang, termasuk mereka yang berisiko tinggi terpapar COVID-19 dan penderita komplikasi yang membahayakan nyawa. Adapun nama vaksin COVID-19 yang dikembangkan perusahaan BioNTech dan perusahaan farmasi raksasa Pfizer adalah BNT162. Perlu diketahui, BNT162 juga akan diujicobakan di AS, walau hingga saat ini masih menunggu persetujuan.


Sebelumnya, Inggris telah lebih dahulu menyetujui uji coba vaksin COVID-19 pada manusia. Hal ini diumumkan oleh Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock pada Rabu (22/4) lalu.

Apabila uji coba yang dilakukan oleh para ilmuwan di Oxford University itu berhasil, Pemerintah Inggris langsung menargetkan 500 sukarelawan untuk divaksinasi pada Mei mendatang.

Sementara itu, uji coba vaksin COVID-19 pada manusia di Tiongkok telah dilakukan sejak awal April lalu. Dilaporkan media pemerintah Xinhua, para ilmuwan Tiongkok menyertakan dua vaksin potensial dalam penelitiannya.

Saat ini, kandidat vaksin virus corona di Tiongkok sedang dikembangkan oleh unit Sinovac Biotech dan Institut Produk Biologi Wuhan, yang merupakan afiliasi dari Grup Farmasi Nasional Tiongkok milik negara.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait