Andrew Cuomo mencatat bahwa Trump memerintahkan larangan perjalanan dari Tiongkok lebih dari sebulan setelah berita wabah di Wuhan muncul, dan baru membatasi perjalanan dari Eropa di bulan berikutnya.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 25 April 2020 - 13:36 WIB
WowKeren - Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan bahwa pandemi virus corona (COVID-19) memasuki negaranya dari Eropa, alih-alih dari Tiongkok. Dalam keterangannya, Cuomo juga mengatakan bahwa larangan bepergian yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump sangat terlambat untuk menghentikan penyebaran virus tersebut.
Dilansir dari The Jakarta Post pada Sabtu (25/4), Cuomo mengutip penelitian dari Northeastern University yang memperkirakan bahwa lebih dari 10 ribu warga New York telah tertular corona pada saat negara tersebut baru mengonfirmasi kasus pertama pada 1 Maret. Cuomo meyakini bahwa Italia adalah sumber yang paling memungkinkan menjadi penyebab penyebaran corona di New York.
Andrew Cuomo juga mencatat bahwa Trump memerintahkan larangan perjalanan dari Tiongkok pada 2 Februari, lebih dari sebulan setelah laporan berita muncul tentang wabah di kota Wuhan, dan memutuskan untuk membatasi perjalanan dari Eropa pada bulan berikutnya. Pada saat itu, menurutnya virus telah menyebar luas di Amerika Serikat.
"Kami menutup pintu depan dengan larangan bepergian ke Tiongkok, yang mana benar," kata Cuomo dalam pernyataannya. "Tapi kami membiarkan pintu belakang terbuka karena virus telah meninggalkan Tiongkok pada saat kami melakukan larangan bepergian ke Tiongkok."
Cuomo mengatakan sebanyak 2,2 juta orang melakukan penerbangan dari Eropa ke New York dan bandara New Jersey dalam dua bulan itu, banyak dari mereka kemungkinan telah membawa virus COVID-19. "Kami bertindak dua bulan setelah wabah menyebar di Tiongkok. Ketika Anda melihat ke belakang, apakah ada yang mengira virus itu masih di Tiongkok menunggu kami untuk bertindak dua bulan kemudian?" Kata Cuomo. "Kuda itu sudah meninggalkan lumbung pada saat kita pindah."
Cuomo mengatakan adalah penting bahwa negara itu belajar dari kesalahan yang dibuat karena virus itu bisa melonjak lagi di musim gugur atau virus baru bisa muncul. "Itu akan terjadi lagi. Jangan menaruh kepala kita di pasir," imbuhnya, menekankan bahwa semua orang tidak boleh lengah menghadapi pandemi ini.
Gubernur New York tersebut mengatakan masih terlalu dini untuk membuka kembali negaranya, yang memberlakukan lockdown hingga setidaknya 15 Mei mendatang. Ia juga mengklaim bahwa pertambahan ribuan kasus baru per harinya masih sangat mengkhawatirkan.
New York sendiri memang menjadi episentrum alias pusat penyebaran corona di AS. Sejauh ini, New York sudah mencatatkan 277,445 kasus, dari total 925,758 kasus yang dikonfirmasi di AS secara keseluruhan. Jumlah korban meninggal di New York sendiri telah menyentuh angka 21,291 jiwa, lebih dari separuh korban tewas akibat corona di AS.
(wk/luth)