Pemerintah Israel kini melonggarkan aturan lockdown bagi bisnis retail dan rumah makan. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dan ditaati.
- Lailatul Maghfiroh
- Sabtu, 25 April 2020 - 16:07 WIB
WowKeren - Pemerintah Israel kini menyetujui kelonggaran aturan lockdown. Kelonggaran tersebut diperuntukkan bagi sektor ritel dan jasa, dengan mengizinkan toko dan restoran kembali buka.
Dengan begitu diharapkan perekonomian yang runtuh di tengah pandemi corona dapat kembali hidup dan tumbuh. Dilansir dari AFP, Sabtu (25/4), pernyataan gabungan dari kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan menyebut bahwa seluruh pertokoan akan diizinkan buka kembali jika mematuhi langkah ketat yang diberlakukan.
Di antaranya seperti membatasi jumlah konsumen di lokasi hingga diwajibkannya memakai masker. Meski toko boleh buka, namun mal atau pusat perbelanjaan masih akan diperintahkan tutup.
Lantas salon dan tempat penataan rambut juga diizinkan untuk buka dengan membatasi jumlah klien. Sedangkan restoran dan rumah makan yang sebelumnya hanya melakukan layanan antar atau delivery, kini sudah diperbolehkan melayani pemesanan bawa pulang atau takeaway.
Aturan tersebut sudah bisa diterapkan pada Sabtu (25/4) tengah malam, dan berlaku hingga 3 Mei mendatang. Pada Jumat (24/4) waktu setempat, pemerintah Israel mendukung penyediaan dana sebesar 8 miliar Shekel untuk para wirausahawan dan pebisnis kecil.
Sejauh ini tercatat sudah ada 14.800 kasus corona di Israel dengan 193 kematian. Kendati demikian, Israel mengambil langkah lockdown dengan mengerahkan 500 personel militer untuk membantu aparat kepolisian menegakkan peraturan karantina wilayah.
(wk/lail)