Pemakaian Sarung Tangan Justru Disebut Tingkatkan Risiko Penyebaran Covid-19, Kok   Bisa?
Health

Meski petugas kesehatan memang memerlukan sarung tangan untuk merawat pasien, namun orang-orang yang menggunakan sarung tangan untuk melakukan aktvitas biasa seperti berbelanja disebut bisa memperparah penyebaran Covid-19.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan sejumlah saran untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), di antaranya adalah penggunaan masker dan sering mencuci tangan. Banyak orang yang mulai mengenakan sarung tangan saat keluar atau berbelanja dengan harapan tidak terpapar virus corona yang menempel di benda mati, meski hal tersebut sebenarnya tidak disarankan.

Mitos efektivitas sarung tangan untuk menghindari virus ini rupanya membuat dokter dan ahli kesehatan menggelengkan kepala. Para ahli menjelaskan bahwa sarung tangan bukan saja tidak efektif untuk menangkal virus corona, namun juga bisa memperparah penyebaran Covid-19.

Ahli Mikrobiologi sekaligus profesor di Departemen Ilmu Lingkungan dan Kesehatan Kerja di Washington University, Marilyn Roberts, menjelaskan bahwa virus corona pada dasarnya menyebar melalui droplet atau cairan pernapasan yang keluar dari mulut dan hidung, bukan melalui tangan. Risiko penularan terjadi saat orang-orang menyentuh wajah mereka, dengan atau tanpa sarung tangan.

"Masalah terbesar adalah masyarakat tertular Covid-19 dari orang lain," ungkap Roberts dilansir Fox News pada Sabtu (25/4). "Mereka tidak terpapar virus dari permukaan benda mati."


Meskipun para pengguna sarung tangan tersebut sudah berhati-hati untuk tidak menyentuh wajah atau ponselnya, pembuangan sarung tangan yang tidak tepat bisa menjadi penyebab utama penularan Covid-19. Roberts mencontohkan kasus pada 2003 silam dimana para peneliti Kanada terpapar SARS usai melepaskan alat pelindung diri (APD) mereka dengan cara yang kurang benar.

"Mengenakan sarung tangan saat pergi ke supermarket tidak akan melindungi Anda," kata Roberts. "Masalah yang lebih besar adalah pembuangan (sarung tangan) yang tidak benar."

Sementara itu, asisten profesor klinis di Touro College of Medicine di New York, Dr Niket Sonpal, menilai bahwa rata-rata orang yang berbelanja dengan menggunakan sarung tangan tidak berpengalaman membuangnya dengan benar. "Di sekolah kedokteran, kami mempelajari tentang cara mengenakan sarung tangan dan melepasnya," ungkap Sonpal.

Perawat dan dokter dilatih tentang cara melepas sarung tangan dengan benar, yakni dengan menjepit sarung tangan di pergelangan tangan, membalikkannya keluar sambil menariknya dari tangan, dan melepaskan yang satunya, sehingga tangan kita tidak pernah menyentuh sisi luar sarung tangan. Meski petugas kesehatan memang memerlukan sarung tangan untuk merawat pasien, namun orang-orang biasa tidak perlu menggunakannya untuk berbelanja.

"Saya berada di Trader Joe's (salah satu supermarket di AS), dan saya melihat banyak orang mengenakan sarung tangan tetapi mereka menyentuh kunci, troli, makanan, dan wajah mereka," ujar Sonpal. "Orang-orang akan menyentuh segalanya dan berpikir sarung tangan akan melindungi mereka, tetapi sarung tangan itu sendiri menjadi kotor dan itu menyebabkan lebih banyak penyebaran (virus)."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait