Pemerintah di sana melarang pertemuan yang melebihi 10 orang. Namun sepertinya aturan ini tak diindahkan oleh para muda-mudi tersebut demi bersenang-senang.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 27 April 2020 - 10:48 WIB
WowKeren - Amerika Serikat mencatat jumlah kasus positif corona (COVID-19) tertinggi di dunia. Hampir satu juta orang di sana terinfeksi virus mematikan ini dengan total kematian lebih dari 55 ribu jiwa.
Namun, baru-baru ini media sosial dibuat geram dengan video yang beredar. Dalam video tersebut terlihat sekelompok orang tengah menggelar pesta. Tanpa mengindahkan aturan untuk menjaga jarak atau social distancing, mereka dengan santainya menari, minum, dan mengobrol dalam suatu ruangan.
Dilansir dari Daily Mail, Senin (27/4), pesta tersebut melibatkan 1.000 orang dan dilakukan di kota Chicago, yang merupakan kota terpadat ketiga di AS. Padahal, Wali Kota Chicago Lori Lightfoot dan juga Gubernur J. B. Pritzker telah memperketat kebijakan lockdown.
Masyarakat dilarang pergi keluar rumah kecuali untuk kebutuhan yang mendesak. Pemerintah di sana melarang pertemuan yang melebihi 10 orang. Namun sepertinya aturan ini tak diindahkan oleh para muda-mudi tersebut demi bersenang-senang.
Dalam video itu, sejumlah orang yang menghadiri pesta terlihat ada yang memakai masker. Namun tetap saja, mereka sama sekali tidak mengindahkan aturan jaga jarak. Bagaimana tidak, posisi mereka berdiri hanya berjarak beberapa centimeter dari lainnya dalam ruangan.
Salah seorang dari mereka menyebut jika total ada 1.000 muda-mudi yang hadir malam itu. Ia pun menyebut jika dirinya tidak khawatir jika memang terjangkit virus corona.
"(Ada) sekitar 1.000 orang di halaman dan di rumah. Suasana benar-benar ramai dan panas," kata dia kepada MTO News. "Saya tidak khawatir tentang (corona) tetapi jika saya tidak terjangkit sebelumnya, saya mungkin tertular sekarang."
Jayna Lynn, salah seorang warga di sana menyayangkan kurangnya kesadaran orang-orang yang bisa membahayakan nyawa orang lain. "Ini membuatku kesal karena semua orang memikirkan diri mereka sendiri dan bukan orang lain yang mungkin bisa tertular dari mereka. Kematian sepertinya bukan sesuatu yang serius bagi sebagian besar orang selama pandemi ini," ujar Jayna.
(wk/zodi)