150 Dokter di Italia Tewas Usai Tangani Pasien Corona
Getty Images
Dunia

Dari data Asosiasi Dokter Italia, kematian tenaga kesehatan menyumbang angka 10 persen dari total kasus pasien meninggal akibat virus corona (COVID-19) di negara tersebut.

WowKeren - Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Italia makin membengkak. Tercatat, kasus COVID-19 di Italia telah menembus angka lebih dari 197 ribu pasien, dengan korban tewas sebanyak 26,644 jiwa. Terkait melonjaknya angka kasus COVID-19 maupun korban yang meninggal, rupanya Italia juga melaporkan bahwa ada sekitar 150 dokter yang dinyatakan tewas usai merawat pasien corona. Laporan itu disampaikan oleh Asosiasi Dokter Italia secara langsung.

"Di Italia, setidaknya 150 dokter telah meninggal setelah tertular virus corona," demikian pernyataan pihak Asosiasi Dokter Italia, dilansir CNN pada Senin (27/4).

Para dokter yang meninggal merupakan tenaga medis yang terkena paparan langsung saat menangani pasien positif COVID-19. Dari data Asosiasi Dokter Italia, kematian tenaga kesehatan menyumbang angka 10 persen dari total kasus pasien meninggal akibat COVID-19.

Sementara itu, Asosiasi Kesehatan Italia, FNOMCeO, menyatakan jumlah total kematian tenaga medis di Italia termasuk dokter yang sudah pensiun dan bekerja lagi karena kebutuhan tenaga medis sangat tinggi. Pemerintah Italia sebelumnya diketahui memanggil para dokter yang sudah pensiun pada bulan Maret untuk membantu penanganan kasus infeksi virus corona yang semakin meningkat di Italia. Selain para dokter, media Italia juga melaporkan puluhan perawat dan asisten perawat juga tewas akibat COVID-19.

"Kami tidak lagi bisa mengizinkan para dokter dan petugas kesehatan kami dikirim untuk 'berperang' tanpa perlindungan terhadap virus," kata presiden FNOMCeO, Filippo Anelli di situs asosiasinya.


Sementara itu, Lembaga kesehatan masyarakat ISS Roma memperkirakan bahwa 10 persen dari mereka yang terinfeksi virus corona baru di Italia bekerja dalam perawatan kesehatan.

Bukan hanya memanggil tenaga medis yang sudah pensiun, sebelumnya pihak pemerintah Italia juga mengerahkan ribuan dokter yang baru lulus untuk turun tangan. Apalagi federasi dokter nasional Italia juga melaporkan kematian 50 dokter akibat virus corona, yang membuat tenaga kesehatan di Italia semakin menipis.

Ribuan lulusan kedokteran di Italia menerima panggilan darurat pemerintah untuk membantu menangani pasien COVID-19. Bahkan pemerintah pun mempercepat prosedur pendaftaran kerja bagi lulusan kedokteran dengan meniadakan ujian rumah sakit dan meningkatkan jumlah dokter yang direkrut.

Direktur Penyakit Menular di S.S. Salvatore Hospital di L'Aquila, Dr. Alessandro Grimaldi, mengungkapkan perubahan prosedur perekrutan yang mendadak ini menandai perombakan besar pada sistem pendidikan Italia.

Pada umumnya, mahasiswa kedokteran di Italia diwajibkan menjalani masa residensi untuk menjadi seorang dokter spesialis dalam bidang tertentu. Terkadang, karena jatah penempatan yang minim, mahasiswa kedokteran biasanya dikirim ke luar negeri untuk menjalani masa residensi mereka.

Namun, dengan melonjaknya jumlah kasus dan angka kematian di Italia karena virus corona, para mahasiswa kedokteran yang baru lulus langsung diterjunkan ke garda terdepan darurat kesehatan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait