India diketahui memesan lebih dari 500 ribu alat tes COVID-19 dari Tiongkok untuk pengujuan antibodi terhadap virus corona bulan ini, namun mereka membatalkan pesanan tersebut setelah mengaku menemukan 'kecacatan'.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 29 April 2020 - 01:56 WIB
WowKeren - Tiongkok mengecam keputusan India yang membatalkan pemakaian alat tes COVID-19 buatan mereka karena dianggap sebagai produk cacat. Pihak Tiongkok mengatakan keputusan India tidak adil dan tidak bertanggung jawab.
Dewan Penelitian Medis India (ICMR), dewan utama yang menangani wabah virus corona di India, pada Senin (27/4) mengatakan bahwa mereka berencana mengembalikan alat- alat tes COVID-19 tersebut. Pesanan dari Tiongkok itu hendak dikembalikan karena akurasi yang buruk.
Kedutaan besar Tiongkok mengatakan bahwa mereka sangat prihatin dengan keputusan India. Sementara itu otoritas Tiongkok telah memvalidasi peralatan yang diproduksi oleh dua perusahaan, Guangzhou Wondfo Biotech dan Zhuhau Livzon Diagnostics, yang mengirimkan alat tes COVID-19 ke India.
"Tidak adil dan tidak bertanggung jawab bagi individu tertentu untuk menyebut produk Tiongkok cacat dan melihat masalah dengan prasangka pre-emptive," kata juru bicara kedutaan besar Ji Rong dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (28/4).
Ji Rong juga mengklaim bahwa Tiongkok sendiri telah mengekspor alat tes virus corona ke beberapa negara di Eropa, Asia, dan Amerika Latin tanpa masalah. Ia lantas melanjutkan, Tiongkok berusaha membantu India menangani COVID-19 dengan tindakan nyata dan memastikan kualitas ekspor menjadi prioritas para produsen.
Wondfo Biotech mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya menjaga kualitas peralatannya dan telah divalidasi oleh badan riset medis India sendiri pada saat mengeluarkan lisensi impor.
India diketahui memesan lebih dari 500 ribu alat tes COVID-19 dari Tiongkok untuk pengujuan antibodi terhadap virus corona bulan ini, sebagai cara untuk meningkatkan skrining. Sebab, India termasuk negara dengan rata-rata jumlah tes terendah per kapita di dunia. Namun India telah membatalkan pesanan tersebut setelah ditemukan ada "kecacatan".
Otoritas terkait di New Delhi juga dikabarkan telah menarik alat tes virus corona yang sudah digunakan di beberapa negara bagian. Tes antibodi yang diambil dari sampel darah tidak selalu untuk infeksi tahap awal, tetapi juga menunjukkan apakah seseorang mengidap virus ini sebelumnya, bahkan jika orang itu tidak memiliki gejala. Sebagai perbandingan, tes swab standar menentukan apakah seseorang mengidap virus corona pada saat itu.
Beberapa negara bagian India mengatakan kalau alat tes dari Tiongkok mengeluarkan hasil yang bertentangan. Petugas di negara bagian Rajasthan mengungkapkan, alat itu awalnya digunakan untuk menguji pasien yang positif COVID-19, tetapi beberapa hasilnya negatif.
(wk/luth)